Rico Ubah Paradigma Majelis Taklim: Dari Seremonial ke Program Nyata, Siap Dukung Penuh!

113

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Waas, mengguncang kebiasaan lama dengan mendorong seluruh majelis taklim di Kota Medan untuk bertransformasi.

Tidak lagi sekadar tempat pengajian seremonial, Rico menginginkan setiap majelis taklim memiliki program kerja nyata, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Seruan ini disampaikan langsung saat menerima audiensi pengurus Majelis Taklim Ikhwanatul Jannah Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa (7/7/2026).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Andy Mario Siregar dan Kabag Kesra Agus Maryono itu, Rico menegaskan bahwa acara besar setahun sekali tak cukup.

“Majelis taklim harus memiliki program kerja yang jelas. Tidak harus membuat acara besar. Pelatihan hidroponik, menjahit, atau keterampilan lainnya yang dilaksanakan secara rutin di tengah masyarakat justru jauh lebih bermanfaat,” ujar Rico dengan tegas.

Untuk mewujudkan visi ini, Pemko Medan tidak main-main. Rico memastikan dukungan total tersedia, mulai dari pendampingan pengurusan legalitas organisasi hingga penyediaan fasilitas pemerintah untuk kegiatan pemberdayaan.

Baca Juga : Belum Dilantik Sudah Beri Manfaat! Rico Waas Terpukau Aksi Nyata Maluku Medan Bersatu, Bakti Sosial yang Viral!

“Silahkan manfaatkan aula kelurahan atau kecamatan. Kesra akan membantu berkoordinasi. Selama kegiatan itu memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan siapa pun, tentu akan kami dukung,” janjinya.

Tak berhenti di situ, Rico juga menawarkan bantuan bibit ikan lele bagi majelis taklim yang memiliki lahan untuk budidaya. Pemko Medan akan memberikan pendampingan dan penyuluhan agar program berjalan optimal.

Rico mengajak majelis taklim menjadi garda terdepan edukasi kesehatan masyarakat, mengingat peran strategis para ibu di dalamnya.

“Banyak masyarakat yang masih takut imunisasi. Begitu juga masih ada ibu yang menyerah memberikan ASI, bahkan ada yang menggantinya dengan susu kental manis. Hal-hal ini perlu diedukasi bersama karena menyangkut masa depan anak-anak kita,” ungkapnya penuh kepedulian.

Langkah ini sejalan dengan program Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, yang gencar mengampanyekan pentingnya ASI eksklusif sebagai fondasi utama mencegah stunting dan membentuk generasi sehat dan cerdas.

Menghadapi jumlah majelis taklim yang sangat banyak di Kota Medan, Rico menekankan pentingnya diferensiasi program. Setiap majelis taklim perlu memiliki karakter dan fokus yang menjadi ciri khas organisasi.

“Harus ada pembeda. Misalnya fokus pada pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, ekonomi keluarga, atau bidang lainnya. Kalau punya karakter yang kuat, keberadaan majelis taklim akan lebih berbobot dan memberi manfaat,” paparnya.

Rico juga mendorong pengurus menyusun rencana kerja matang setiap memasuki hari jadi organisasi, bukan sekadar merayakan milad.

“Di hari ulang tahun, buatlah rencana kerja. Walaupun rapatnya sederhana, hasilkan program yang benar-benar akan dikerjakan sehingga organisasi berjalan dengan arah yang jelas,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Taklim Ikhwanatul Jannah Kota Medan, Nursafniaty, memaparkan berbagai program yang tengah disiapkan, di antaranya pelatihan menjahit dan memayet jilbab bagi perempuan, pengurusan sertifikat halal, pembuatan jilbab bagi ibu tunggal, hingga bakti sosial berupa sunat massal, pemeriksaan kesehatan, dan pembagian paket perlengkapan sekolah bagi anak yatim.

Transformasi ini menjadi bukti nyata komitmen Rico Waas dalam membangun Medan dari akar rumput, memberdayakan perempuan, dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (Rel)