SMKN 1 Gido Naik Derajat! Bobby Nasution Pindahkan Sekolah dari Rawa Buaya ke Lahan Hibah 2 Hektar
NIAS — Hari pertama berkantor di Kepulauan Nias, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution langsung tancap gas.
Belum lama ini, ia meninjau pembangunan relokasi SMK Negeri 1 Gido di Desa Somi, Kabupaten Nias sebuah langkah nyata mengakhiri derita panjang sekolah langganan banjir yang selama ini terancam buaya.
Selama ini, nasib SMKN 1 Gido bisa dibilang memprihatinkan. Lokasi sekolah lama berada di lahan pertanian basah yang mudah tergenang.
“Hujan dikit langsung tergenang dan di dekatnya ada muara. Ada laporan pernah lihat buaya, jadi bahaya,” tegas Bobby Nasution usai peninjauan.
Bukan cuma ancaman buaya, banjir rutin juga menghancurkan sarana praktik siswa. Fani Putri Zelita Gulo, salah seorang siswi, mengungkapkan keprihatinannya.
“Kalau hujan, banjir, lantainya tergenang air, atapnya bocor, jadi kami enggak jadi belajar. Terus ikan yang di kolam untuk laboratorium kami pun hilang semua dibawa banjir, ngulang lagi kami pembibitan ikan,” kata Fani.
Bayangkan, sekolah dengan jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) kehilangan seluruh ikan bibitnya setiap kali banjir datang.
Bangunan sekolah pun hanya dari papan berdinding dan atap seng tanpa plafon buah swadaya masyarakat yang kemudian diresmikan sebagai SMK Negeri pada 2023.
Baca Juga : Gebrakan Bobby Nasution di Nias! Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Tembus Rp87 M
Dengan 146 siswa dan 22 guru (hanya 1 PNS), kondisi ini jelas tak layak. Kepala SMKN 1 Gido, Julius Lahagu, pun bersyukur:
“Selama ini kami berada di tempat yang tidak layak. Dengan adanya pembangunan ini, kegiatan belajar akan lebih baik demi masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.”
Berbeda dengan proyek pemerintah pada umumnya, relokasi ini tanpa pengadaan lahan. Warga setempat, Faonasekhi Lawolo, dengan ikhlas menghibahkan tanahnya seluas 2 hektare untuk pembangunan sekolah.
“Kami tidak ada pengadaan lahan, Pak Faonasekhi Lawolo menghibahkan tanahnya seluas 2 hektare, kami sangat berterima kasih,” ujar Bobby didampingi Bupati Nias Yaatulo Gulo.
Faonasekhi Lawolo mengaku bangga: “Mudah-mudahan anak cucu kami nanti terus bisa merasakan sekolah ini, semakin bagus, mereka semakin pintar, bisa buat maju kampung kami, buat kampung kami bangga.”
Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai November 2026 dengan anggaran Rp4,45 miliar. Fasilitas yang dibangun meliputi:
· Ruang kepala sekolah & ruang praktik
· Dua ruang kelas baru
· Toilet, menara air, dan sumur bor
· Podium, area parkir, jalan lingkungan, pagar
Tahap kedua akan menyusul tahun depan dengan penambahan ruang kelas. Yang paling dinanti: kolam permanen untuk praktik perikanan selama ini siswa hanya pakai terpal!
Bobby pun berpesan tegas kepada kontraktor: “Dibangun yang baik dan betul, jangan mengurangi spek. Ini area pertanian, arealnya sangat ringkih, kalau bermain material sangat berbahaya.”
Akses jalan juga diperhatikan. Pemprov Sumut menghibahkan Rp5 miliar ke Pemkab Nias untuk pembangunan jalan menuju sekolah.
Tak hanya membangun fisik, Bobby juga memberikan beasiswa kepada tiga siswa SMKN 1 Gido untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. “Kalian mau kuliah di mana, kami akan bantu beasiswa,” ujarnya.
Langkah ini mengingatkan pada kunjungannya tahun lalu saat ia berjanji membiayai dua kakak beradik yatim piatu asal Gido hingga lulus kuliah.
Relokasi SMKN 1 Gido bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah simbol bahwa pendidikan di daerah tertinggal layak mendapat perhatian serius. Dari sekolah di rawa-rawa berbahaya, kini naik derajat ke lahan hibah yang representatif.
Sebagaimana harap Faonasekhi Lawolo: “Semakin bagus, mereka semakin pintar. Bisa buat maju kampung kami.” (Rel)