360 Lansia Simalungun Diwisuda, Anton: Terus Belajar
SIMALUNGUN – Sebanyak 360 peserta Sekolah Lansia Tangguh Tahun 2026 di Kabupaten Simalungun diwisuda dalam Wisuda Akbar yang digelar di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Kamis (23/7/2026).
Prosesi wisuda dipimpin langsung Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih didampingi Ketua TP PKK Simalungun Darmawati Anton Achmad Saragih.
Dalam sambutannya, Anton menegaskan bahwa semangat belajar tidak pernah dibatasi oleh usia. Menurutnya, keberhasilan ratusan peserta menyelesaikan program Sekolah Lansia Tangguh menjadi bukti bahwa lansia tetap mampu berkembang, aktif, dan produktif.
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa semangat belajar tidak pernah dibatasi oleh usia,” kata Anton.
Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk kelompok lanjut usia.
Baca Juga: Wamenkes Tinjau Skrining TB di Simalungun, Anton Siap Percepat Eliminasi
“Pembangunan daerah bukan hanya soal membangun jalan atau jembatan, tetapi juga membangun kualitas manusianya, termasuk mereka yang memasuki usia lanjut. Lansia yang kita cita-citakan adalah lansia yang sehat, mandiri, aktif dan menjadi sumber kebijaksanaan bagi keluarga serta lingkungannya,” ujarnya.
Anton juga meminta agar program Sekolah Lansia Tangguh terus diperluas hingga menjangkau seluruh nagori di Kabupaten Simalungun.
Menurutnya, pembangunan lansia tangguh membutuhkan kolaborasi pemerintah, keluarga, dan masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
“Membangun lansia yang tangguh bukan hanya tugas satu dinas saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari kita pastikan setiap kecamatan memiliki layanan serupa,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Simalungun Gimrood Sinaga menjelaskan Sekolah Lansia Tangguh merupakan program Kemendukbangga/BKKBN yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pendidikan nonformal yang terstruktur.
Selama mengikuti program tersebut, para peserta mendapatkan materi terkait kesehatan fisik dan mental, pola gizi, aktivitas fisik, penguatan spiritual, hingga keterampilan praktis seperti bercocok tanam, seni budaya dan kerajinan tangan.
“Tahun ini sebanyak 360 wisudawan dan wisudawati dari 13 Sekolah Lansia di 12 kecamatan telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran yang terdiri dari 11 kali pertemuan,” kata Gimrood.
Ia menegaskan wisuda tersebut bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para lansia untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan terus berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara Mahyuzar, Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora, Ketua Dharma Wanita Persatuan Yulince Mixnon Andreas Simamora, pimpinan perangkat daerah, camat, pangulu, serta jajaran TP PKK Kabupaten Simalungun.
Program Sekolah Lansia Tangguh menjadi salah satu upaya Pemkab Simalungun meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat di masa tua. (RS)