Wali Kota Medan Guncang APEKSI dengan QRESTO, Sistem “Split Bill” Pajak Daerah Otomatis Pertama di Indonesia

225

JAKARTA – Bayar makanan di restoran, pajaknya langsung masuk kas daerah. Tanpa jeda. Tanpa laporan manual. Tanpa keraguan. Itulah terobosan yang diperkenalkan Wali Kota Medan, Rico Waas, di panggung APEKSI Leadership Dialogue 2026, Kamis (6/8/2026).

Di hadapan para kepala daerah, akademisi, dan pelaku industri dalam ajang bergengsi bertajuk “The Future of Digital Governance” itu, Rico memamerkan QRESTO Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization. Ini bukan sekadar aplikasi.

Ini adalah revolusi tata kelola pajak daerah: sistem split bill pajak restoran otomatis pertama di Indonesia.

Bayangkan selama ini, pajak restoran mengandalkan sistem self-assessment. Wajib pajak melapor sendiri. Celahnya? Keterlambatan, data tak sinkron, hingga potensi kebocoran yang menggerus Pendapatan Asli Daerah (PAD). QRESTO memutus rantai itu.

Cara kerjanya brutal dan sederhana. Konsumen membayar lewat mesin EDC yang terintegrasi.

Baca Juga : QRESTO Medan Jadi Best Practice di TP2DD Sumatera, Ini Cara Kerja Canggihnya

Dana otomatis terbelah bagian pengusaha langsung ke restoran, 10 persen pajak langsung mengalir ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kota Medan. Tanpa proses manual. Tanpa menunggu bulanan. Real-time. Akurat. Transparan.

“Inovasi ini memberikan kepastian, transparansi, dan akuntabilitas,” tegas Rico Waas. “Hak pengusaha tetap terlindungi, penerimaan pajak daerah langsung dan tepat waktu”.

QRESTO lahir dari kolaborasi tiga pilar Pemerintah Kota Medan melalui Bapenda, Bank Sumut, dan Bank Indonesia. Ini adalah pengembangan cerdas dari sistem QRIS yang sudah akrab di masyarakat. Bedanya, QRESTO tak sekadar bayar tapi mengoptimalkan pajak di setiap transaksi.

Saat ini, puluhan restoran di Medan telah bergabung. Targetnya, 125 hingga 200 wajib pajak restoran terintegrasi hingga akhir 2026. Bukan angka besar?

Justru ini awal dari gerakan nasional. Medan menjadi laboratorium hidup bagi digitalisasi pajak daerah yang siap direplikasi kota-kota lain di Indonesia.

Rico bahkan punya visi lebih jauh restoran pengguna QRESTO akan mendapat penanda khusus sebagai simbol usaha transparan dan berintegritas. Bayangkan, ini bukan hanya soal pajak—ini soal membangun budaya transparansi dari meja makan.

Masyarakat yang selama ini bertanya-tanya ke mana uang pajak mereka pergi, kini punya jawaban.

“Masyarakat berhak tahu, pajak yang mereka bayar benar-benar kembali ke daerah. Begitu transaksi terjadi, pajak langsung masuk kas daerah di hari yang sama,” ujar Rico. Ini adalah lompatan kepercayaan publik yang selama ini dinanti.

Dalam forum yang juga membahas keamanan siber dan AI di pemerintahan, QRESTO menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tak sekadar bicara transformasi digital tapi menjalankannya.

Medan telah membuktikan: inovasi tak selalu harus rumit. Kadang, solusi terbaik adalah memastikan setiap rupiah pajak dari secangkir kopi atau sepiring nasi goreng benar-benar sampai ke pembangunan kota.

Selamat untuk Medan. Selamat untuk Indonesia. QRESTO adalah awal dari wajah baru perpajakan daerah yang bersih, terbuka, dan berkeadilan. (Rel)