Bupati Anton Percepat Langkah Pencegahan Banjir di Serbelawan

323

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun terus mempercepat penanganan pascabanjir sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang untuk mencegah banjir kembali melanda kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Di bawah arahan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, penanganan dilakukan secara bertahap melalui normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir dengan melibatkan unsur Forkopimca, perangkat daerah, organisasi masyarakat, dan warga setempat.

Salah satu langkah yang saat ini dikerjakan adalah normalisasi Sungai Pondok Pelita di Nagori Dolok Merangir I. Pengerukan sedimentasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai sehingga mampu mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi.

Selain itu, Pemkab Simalungun juga berupaya mengaktifkan kembali Pintu Air Bahbolon di Nagori Dolok Ilir I yang telah lama tidak berfungsi. Sejumlah alat berat telah diturunkan untuk membuka dan memperbaiki pintu air yang mengalami kendala teknis.

Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan sekaligus mitigasi bencana di kawasan Serbelawan.

“Saat ini dilakukan pengerukan sedimentasi berupa pasir agar aliran sungai kembali lancar. Penanganan ini tidak hanya untuk memulihkan lingkungan, tetapi juga memastikan aktivitas sosial, pendidikan, keagamaan, dan perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, menegaskan pemerintah daerah serius menangani akar persoalan banjir yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.

Menurut Budiman, pengaktifan kembali Pintu Air Bahbolon menjadi langkah penting dalam pengendalian debit air. Infrastruktur yang dibangun pada 1912 itu diketahui sudah sekitar enam tahun tidak beroperasi.

“Setelah pintu air kembali berfungsi, kami akan melanjutkan pengerukan endapan yang cukup tebal di kawasan tersebut. Dengan begitu, aliran air dapat lebih terkendali dan risiko genangan berkurang,” katanya.

Budiman menambahkan, penanganan banjir membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.

Baca Juga: Anton Achmad Saragih Apresiasi Peresmian Jembatan Garuda dan Air Bersih di Simalungun

“Kami tidak ingin masyarakat terus dihantui banjir setiap musim hujan. Karena itu, seluruh perkembangan akan terus dipantau dan ditindaklanjuti secara berkesinambungan,” tegasnya.

Normalisasi Sungai Pondok Pelita dan pengaktifan kembali Pintu Air Bahbolon menjadi bagian dari komitmen Pemkab Simalungun untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di Serbelawan dan sekitarnya. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir sekaligus menjaga keselamatan dan aktivitas masyarakat. (RS)