Bobby Nasution Kukuhkan 74 Paskibraka Sumut, Ini Pesan Moral di Balik Seragam Paskibraka

316

MEDAN – Aula Tengku Rizal Nurdin di Jalan Sudirman, Medan, berubah menjadi saksi bisu momen haru sekaligus penuh makna, Jumat (14/8/2026).

Di sanalah Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumut.

Mereka adalah putra-putri terbaik dari 33 kabupaten/kota yang terpilih setelah melalui proses seleksi berjenjang dan kompetitif. Dari total personel, komposisinya cukup berimbang: 42 pemuda dan 32 pemudi.

Mereka akan mengemban tugas sakral pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, ada yang membedakan pengukuhan tahun ini dengan seremoni pada umumnya. Dalam sambutannya, Bobby Nasution menegaskan bahwa atribut Paskibraka bukanlah sekadar seragam kebanggaan, melainkan simbol tanggung jawab moral yang berat.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya PBB atau mengibarkan bendera merah putih, maknanya lebih dari itu, karakter, disiplin, tanggung jawab, dan keteladanan yang harus bisa kalian bawa ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Bobby dengan tegas.

Baca Juga : Gubernur Sumut Bobby Nasution Kukuhkan 173 Paskibraka 2025, Siap Kibarkan Bendera di HUT RI ke-80

Lebih dari sekadar formasi baris-berbaris yang rapi, Gubernur Sumut itu menyoroti potensi besar di balik keberagaman para anggota Paskibraka.

Mereka berasal dari latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda. “Latar belakang berbeda, beda suku, agama, tetapi bersatu bergerak bersama. Kalian bisa jadi contoh persatuan yang sesungguhnya, kalian saling melengkapi, bukan malah terpecah,” pesan Bobby.

Di tengah gempuran isu perpecahan di media sosial, pernyataan ini seakan menjadi “pil penyejuk” yang mengingatkan bahwa Indonesia, termasuk Sumut, kuat karena keberagamannya.

Prosesi pengukuhan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi kerja keras para pelatih dan orang tua. Sebelum dikukuhkan, puluhan pelajar ini menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) intensif di Wisma Atlet Disporasu, Jalan William Iskandar, Deli Serdang, sejak 6 hingga 21 Agustus 2026.

Kepala Kesbangpol Sumut, Mulyono, menegaskan bahwa pembinaan ini tidak hanya melatih teknis pengibaran bendera, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan nasionalisme yang mendalam.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Timur Tumanggor, menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan Paskibraka tidak terlepas dari kolaborasi strategis antara pemerintah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, dan Purna Paskibraka.

“Kolaborasi bersama pendidikan, TNI, Polri, Ormas dan Purna Paskibraka kami berkomitmen terus memperkuat pembinaan, berupaya membentuk pemuda yang bisa menjaga nilai di balik bendera merah putih, nilai perjuangan, air mata, doa, dan kalian Paskibraka harus bisa menjadi teladannya,” ungkap Timur.

Hadir pula dalam acara tersebut Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pesan moral dari pengukuhan ini sangat jelas menjadi Paskibraka adalah menjadi duta persatuan. Mereka bukan hanya akan mengibarkan Sang Merah Putih pada 17 Agustus mendatang, tetapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa semangat toleransi dan disiplin di lingkungan masing-masing.

Selamat bertugas, para Paskibraka Sumut! Kibarkan benderanya dengan gagah, dan jadilah teladan bagi generasi muda Indonesia! (Rel)