Gubsu Bobby Nasution Gas Pol! Bank Sumut Ditarget Naik Kelas 2027, Jadi Motor Ekonomi Sumut

335

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengeluarkan instruksi tegas PT Bank Sumut harus bertransformasi menjadi lokomotif ekonomi dan pembangunan daerah.

Bukan sekadar bank milik pemerintah, melainkan motor penggerak yang menghidupi UMKM, memperluas akses keuangan, dan menopang pendapatan asli daerah (PAD).

Pesan itu disampaikan Bobby di tengah semarak Funwalk BUMD dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (22/8/2026).

Ribuan peserta memadati lokasi dalam acara bertajuk “Satu Langkah, Satu Kolaborasi” sebuah deklarasi kolektif dari enam BUMD Sumut: PT Bank Sumut, Perumda Tirtanadi, PT PPSU, PT Perkebunan Sumut (PSU), PT Dhirga Surya Sumut, dan PD Aneka Industri & Jasa (AIJ).

Baca Juga : Ultimatum Bobby Nasution: BUMD Sumut Wajib Naik Kelas 2027 atau Digabung Holding

Bobby menegaskan bahwa BUMD bukan sekadar Unit Pelaksana Teknis (UPT) biasa. “BUMD itu lebih dari UPT. Selain melayani, harus mengarah ke korporasi,” ujarnya.

Khusus Bank Sumut, ia menyoroti posisi strategisnya sebagai bank yang mendapat dukungan penuh modal dan kepercayaan dari pemerintah daerah.

“Bank Sumut harus tunjukkan kinerja terbaik, didukung pertumbuhan pendapatan dan kinerja sehat,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Bobby juga meminta Bank Sumut membangun budaya kerja berbasis prestasi — di mana jenjang karier ditentukan oleh capaian, bukan sekadar senioritas.

“Kalau internalnya yang memegang prestasi, Bank Sumut pasti lebih baik lagi,” ujarnya. Targetnya ambisius Bank Sumut naik kelas pada akhir 2027. Jika BUMD lain tak mampu berkembang, ancaman penggabungan dalam satu holding pun mengemuka.

Di sisi lain, Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menyambut arahan itu sebagai energi baru. “Kepercayaan pemegang saham akan kami jawab melalui kinerja sehat, berkelanjutan, dan memberi nilai tambah bagi Sumut,” ujarnya.

Heru menegaskan, pertumbuhan Bank Sumut tak hanya diukur dari sisi bisnis. Transformasi digital terus digenjot mulai dari penguatan QRIS, elektronifikasi transaksi pemerintah (TP2DD), hingga pembiayaan UMKM melalui KUR. Baru-baru ini, Menteri UMKM bahkan menambah kuota KUR Bank Sumut menjadi Rp2 triliun.

Yang menarik, deklarasi kolaborasi enam BUMD ini lahir dari obrolan santai para direktur. “Ini lahir dari kopi santai,” ungkap Direktur Utama AIJ, Swangro Lumban Batu.

Dari secangkir kopi, lahir komitmen membangun ekosistem usaha daerah yang lebih kuat dan Bank Sumut siap menjadi penghubung semua potensi ekonomi Sumatera Utara. (Rel)