Gibran dan Bobby Janjikan Bangun Huntap di Tapsel Mulai September Ini

340

TAPSEL — Hampir setahun setelah bencana hidrometeorologi dahsyat meluluhlantakkan Kabupaten Tapanuli Selatan pada November 2025 lalu, secercah harapan akhirnya muncul bagi para penyintas yang masih bertahan di hunian sementara (Huntara).

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana segera dimulai pada September 2026.

Kepastian ini disampaikan dalam kunjungan kerja keduanya ke Huntara Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Jumat (4/9/2026).

Di lokasi, Wapres Gibran bertemu langsung dengan para penghuni Huntara yang berasal dari Desa Garoga dan Hutagodang dua desa yang paling parah terdampak banjir bandang dan longsor yang menewaskan puluhan jiwa serta merenggut ribuan tempat tinggal.

Dengan terus terang, Gibran menyampaikan permohonan maaf karena hingga kini warga masih tinggal di Huntara. Ia berjanji pembangunan Huntap akan dimulai bulan ini untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

“Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan Huntap, sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” tegas Gibran di hadapan warga.

Sebanyak 699 unit rumah akan dibangun di atas lahan seluas 18 hektare, tepat di sebelah lokasi Huntara Desa Napa. Sembari menunggu pembangunan selesai, pemerintah menjamin warga di Huntara tetap mendapat kehidupan layak.

Baca Juga : Wapres Gibran Tinjau Langsung Dampak Banjir dan Longsor Tapsel, Siapkan Bantuan dan Perbaikan Infrastruktur

Gubernur Bobby turut menyemangati warga yang telah berbulan-bulan kehilangan tempat tinggal. Ia mengungkapkan bahwa di beberapa tempat Huntap sudah selesai dibangun, dan bagi yang belum, pemerintah terus berupaya mendapatkan lahan. Bobby juga menekankan pemulihan tak hanya soal hunian, tetapi juga pemulihan ekonomi.

“Yang terpenting masyarakat terdampak bisa segera hidup lebih baik dan memperbaiki kehidupan ekonominya. Yang dipikirkan bukan hanya hunian saja, tetapi faktor pendukung lainnya,” ujar Bobby.

Salah satu penyintas, Eti, mengaku sebelumnya harus mengontrak rumah meski biayanya ditanggung pemerintah. Kini ia tinggal di Huntara dan berharap Huntap segera terwujud.

“Kami bersyukur, pemerintah sudah bangun huntara. Harapanku, huntap cepat dibangun,” ujar Eti dengan mata berkaca-kaca.

Kunjungan ini menjadi titik balik bagi pemulihan Tapsel—sebuah momentum di mana janji pemerintah bertemu dengan harapan rakyat yang hampir padam. Kini, semua mata tertuju pada pembangunan yang akan segera dimulai. (Rel)