Bayi Laki-Laki Baru Lahir Ditemukan Tergeletak di Steling Dagangan Warga

356

MEDAN — Malam sunyi di Jalan Menteng VII, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, mendadak berubah menjadi saksi bisu sebuah peristiwa yang mengiris hati.

Bukan suara petasan atau kendaraan, melainkan tangisan mungil seorang bayi yang baru saja melihat dunia, memecah keheningan Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi masih hidup, tergeletak sendirian di atas steling (meja dagangan) milik warga.

Lokasinya berada di teras sebuah rumah kos yang tidak berpagar, membuat siapa pun bisa mengaksesnya dengan mudah.

Sungguh ironis, di saat seharusnya ia mendapatkan pelukan hangat seorang ibu, ia justru harus berbaring kaku di atas kayu dagangan, ditemani udara malam yang dingin menusuk.

Kisah pilu ini terungkap berkat ketajaman pendengaran seorang penghuni kos, Nur Akmali (19). Malam itu, Nur yang sedang berada di dalam kamarnya tiba-tiba terusik oleh suara tangisan bayi yang datang dari arah depan pintu.

Baca Juga : Polisi Ringkus Wanita Pembuang Bayi Hasil Hubungan Gelap

Merasa ada yang tidak beres, ia segera melapor kepada pemilik rumah sekaligus induk semang, Liansyah (62), dan istrinya, Ratna Syahnara (51).

Ketiganya pun bergegas mengecek sumber suara. Betapa kagetnya mereka saat melihat sosok mungil terbungkus kain lampin tergeletak di atas steling.

Tanpa berpikir panjang, Liansyah dan Ratna langsung memberikan pertolongan pertama. Bayi tersebut segera dibungkus kembali dengan kain lampin untuk melindunginya dari hawa dingin, lalu diberi susu.

Aksi cepat pasangan suami istri ini patut diapresiasi, setidaknya mampu meredakan tangis bayi yang malang.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada Kepala Lingkungan (Kepling) VI Kelurahan Menteng, Fitri Lubis (47), yang langsung meneruskannya ke Polsek Medan Area.

Kapolsek Medan Area, AKP M Ainul Yaqin SIK MH, membenarkan kejadian tersebut.

“Personel piket Unit Reskrim yang tiba di lokasi mendapati bayi laki-laki masih hidup, telah dibungkus kain lampin dan menggunakan pampers,” ujar Yaqin, Jumat (25/9/2026).

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang meninggalkan banyak tanda tanya. Ada satu kain lampin berwarna putih kemerahan, satu dodot bayi berisi susu cair, dan satu pampers bayi.

Barang-barang ini menjadi petunjuk awal bagi polisi untuk melacak siapa sosok tega di balik perbuatan ini.

Bayi malang tersebut kini telah dilarikan ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan awal. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk proses selanjutnya.

Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Medan Area masih melakukan penyelidikan intensif, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Kami masih menyelidiki siapa yang meninggalkan bayi tersebut,” pungkas Kapolsek.

Peristiwa ini bukan sekadar berita kriminal biasa. Ia adalah cerminan dari fenomena sosial yang membutuhkan perhatian kita bersama.

Betapa tidak, bayi yang baru berusia 1-2 hari itu harus merasakan pahitnya dunia sebelum mengenal indahnya kasih sayang.

Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Bagi warga yang memiliki informasi, diharapkan segera melapor ke pihak berwajib. Mari kita awasi bersama, karena keselamatan anak adalah tanggung jawab kita semua. (FD)