Pojok Pajak Bapenda Medan Cetak Rekor! PBB Rp2,53 Miliar Mengalir dari 3 Mal Favorit, Bukti Warga Makin Sadar Pajak

298

MEDAN — Bayangkan bisa membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sambil menikmati akhir pekan atau berbelanja di mal favorit.

Itulah terobosan cerdas yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan melalui program Pojok Pajak.

Hasilnya? Luar biasa! Selama periode 21-30 September 2026, program ini sukses menghimpun penerimaan PBB mencapai Rp2.539.077.177 atau sekitar Rp2,53 miliar.

Angka fantastis ini bukan sekadar statistik. Ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan “jemput bola” yang humanis dan strategis mampu mengubah wajah pelayanan pajak yang identik dengan antrean panjang dan birokrasi rumit menjadi pengalaman yang mudah dan menyenangkan.

Tercatat 1.493 wajib pajak memanfaatkan layanan ini di tiga titik strategis: Brastagi Supermarket Gatot Subroto, Brastagi Supermarket Tiara, dan RCW City Walk Ringroad.

Kunci utamanya adalah aksesibilitas dan kenyamanan. Bapenda Medan memahami bahwa masyarakat modern memiliki mobilitas tinggi.

Baca Juga : Bapenda Medan Hadirkan Pojok Pajak PBB di Empat Mal, Permudah Warga Bayar Pajak

Dengan menempatkan Pojok Pajak di pusat perbelanjaan, mereka menghilangkan hambatan waktu dan lokasi. Warga tidak perlu lagi menyempatkan diri ke kantor pajak di jam kerja; mereka bisa menunaikan kewajiban saat sedang berekreasi.

Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, menyampaikan apresiasi mendalam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang telah menjadi wajib pajak yang taat. Kepatuhan ini adalah bentuk nyata kontribusi dalam mendukung pembangunan dan kemajuan kota yang kita cintai bersama,” ujarnya.

Setiap rupiah PBB yang terkumpul memiliki peran krusial. Dana ini akan dialokasikan untuk membiayai berbagai program pembangunan prioritas, seperti perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas kesehatan, dan pengembangan ruang terbuka hijau.

Partisipasi tinggi dalam Pojok Pajak menunjukkan bahwa kesadaran kolektif warga Medan untuk membangun kota semakin menguat.

“Setiap pajak yang dibayarkan memiliki arti penting. Karena itu, kami mengajak seluruh wajib pajak untuk terus mempertahankan kepatuhan dan membayar kewajiban tepat waktu. Bapenda akan terus berinovasi menghadirkan pelayanan yang mudah dan dekat,” tambah Agha Novrian.

Capaian Rp2,53 miliar ini adalah cerminan dari semangat gotong royong warga Medan. Ini adalah pembeda dari sekadar berita penerimaan pajak biasa. Ini adalah kisah tentang kolaborasi, inovasi, dan kesadaran bersama.

Mari jadikan momentum ini sebagai pemicu. Bagi Anda yang belum menunaikan kewajiban, jadikan Pojok Pajak atau kanal pembayaran digital lainnya sebagai pilihan.

Bayar PBB tepat waktu bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi langsung untuk masa depan Medan yang lebih maju, nyaman, dan sejahtera. (FD/Rel)