Banjir Singkat, Macet Panjang: Ahmad Afandi Soroti 3 PR Jalan Letda Sujono

290

MEDAN — Jalan Letda Sujono bukan sekadar titik genangan. Ada tiga persoalan yang saling mengunci: drainase saat hujan singkat, akses pintu tol yang kerap ditutup, dan kendaraan ekspedisi yang memperparah kemacetan.

Anggota DPRD Kota Medan Ahmad Afandi Harahap pun menilai penanganannya tak bisa setengah-setengah.

Hal itu disampaikan Afandi usai pertemuan Komisi IV DPRD Medan dengan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap di Balai Kota Medan, Senin (19/10/2026). Ia membawa keluhan warga soal pintu masuk tol yang tergenang meski hujan relatif singkat.

“Setiap kali hujan turun, meskipun tidak terlalu lama, kawasan tersebut kerap tergenang. Kemacetan juga sering terjadi akibat penutupan pintu masuk tol,” ujarnya.

Afandi menilai genangan dan penutupan akses tol bukan dua masalah terpisah. Keduanya memicu antrean yang merugikan mobilitas warga.

Baca Juga : Bukti Nyata Rico Waas Blusukan Tuntaskan Banjir Gaperta

Ia berharap akses tol dikembalikan seperti semula dengan tetap mempertimbangkan kajian teknis dan kewenangan instansi.

Ia juga meminta Dinas Perhubungan Kota Medan menertibkan kendaraan ekspedisi pengangkut barang secara terukur. Menurutnya, penataan diperlukan agar arus lalu lintas lebih lancar tanpa mematikan aktivitas usaha warga.

Afandi mengapresiasi respons Rico Waas dan Zakiyuddin yang langsung menginstruksikan jajaran perangkat daerah menindaklanjuti keluhan.

“Secara pribadi, saya mengapresiasi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap. Keduanya langsung memerintahkan jajaran terkait untuk segera menindaklanjuti,” ungkapnya.

Namun, apresiasi itu ia jadikan pijakan menagih hasil. Afandi berharap instruksi tidak berhenti di ruang rapat, tetapi menjadi langkah konkret: mengatasi genangan, mengevaluasi akses tol, dan menertibkan ekspedisi.

Solusi lintas instansi dinilai penting agar hasilnya tidak temporer. “Harapan kita, keluhan warga ini tidak berhenti pada pembahasan saja, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sehingga masyarakat merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (FD)