Untuk Pertama Kalinya, Iran Gunakan Rudal Canggih “Sejjil” dalam Serangan Balasan ke Israel

TEHERAN – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru. Iran untuk pertama kalinya mengerahkan rudal balistik canggih jenis Sejjil dalam serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

“Untuk pertama kali dalam responsnya terhadap serangan AS-Israel, Iran meluncurkan rudal Sejjil,” lapor Al Jazeera, Senin (16/3/2026).

Apa Itu Rudal Sejjil?

Rudal Sejjil bukan sembarang rudal. Berdasarkan laporan Press TV dan NDTV, rudal balistik jarak menengah ini memiliki spesifikasi mematikan:

· Jangkauan: 2.000 kilometer, mampu menjangkau seluruh wilayah Israel
· Kecepatan & Manuver: Dikenal sebagai “dancing missile” (rudal penari) karena kemampuannya bermanuver di ketinggian untuk mengelabui sistem pertahanan seperti Iron Dome milik Israel
· Bahan Bakar Padat: Lebih sulit dideteksi dan dicegat dibanding rudal berbahan bakar cair
· Muatan: 700 kilogram hulu ledak
· Dimensi: Panjang 18 meter, diameter 1,25 meter, berat 23,6 ton

Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), desain bahan bakar padat Sejjil memberikan keunggulan strategis karena dapat dipersiapkan dan diluncurkan lebih cepat dibanding sistem berbahan bakar cair konvensional.

Gelombang Serangan ke-54

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa rudal Sejjil diluncurkan dalam gelombang ke-54 operasi “True Promise 4” dengan kode operasi “Ya Zahra”.

Baca Juga : Diplomasi Panas Indonesia-Iran Di Selat Hormuz: 3 WNI Hilang, Kapal Pertamina Terjepit Konflik!

Brigadir Jenderal Majid Mousavi, Komandan Angkatan Udara IRGC, membenarkan peluncuran tersebut melalui akun X-nya. Target serangan disebut-sebut adalah pusat komando dan kendali rezim Israel serta infrastruktur militer penting lainnya.

Selain Sejjil, Iran juga mengerahkan rudal super berat Khorramshahr dengan hulu ledak ganda, serta rudal Kheybar, Qadr, dan Emad.

Dampak di Israel

Media lokal Israel melaporkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di kawasan ibu kota Tel Aviv, Herzliya, dan sedikitnya 141 lokasi lainnya di berbagai wilayah Israel. Situasi ini memicu kepanikan massal dan melumpuhkan aktivitas warga sipil.

Analisis: Titik Balik Konflik?

Penggunaan rudal Sejjil menandai perubahan strategi Iran. Dengan kemampuan manuver tinggi dan sistem propulsi padat yang sulit dilacak, rudal ini dirancang khusus untuk menembus pertahanan udara Israel yang selama ini dianggap tangguh.

Para pengamat militer menilai langkah ini sebagai pesan tegas Iran bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menyerang balik secara efektif meskipun menghadapi koalisi AS-Israel. Pantau terus perkembangan situasi terkini hanya di portal berita terpercaya Anda. (FD)

#BeritaTerkini#DancingMissile#Geopolitik#Iran#IRGC#Israel#kitamedandotcom#KonflikGlobal#Militer#RudalSejjil#TimurTengah