TEHERAN – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh menegaskan bahwa Amerika Serikat harus membayar ganti rugi atas serangan terhadap fasilitas nuklir sipil Iran yang dilakukan bersama Israel.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al-Mayadeen, Khatibzadeh menyatakan bahwa Teheran akan mengadukan AS ke PBB dan siap memberikan respons menghancurkan jika agresi terus berlanjut.
Ganti Rugi untuk Situs Nuklir yang Diserang
Khatibzadeh menuntut kompensasi atas kerusakan di tiga lokasi strategis:
– Fasilitas Nuklir Fordow
– Pusat Pengayaan Uranium Natanz
– Kompleks Nuklir Isfahan
Ia menegaskan AS dan Israel harus bertanggung jawab atas tindakan ilegal ini.
Iran Balas Serangan dengan Rudal ke Pangkalan AS di Qatar
Sebagai pembalasan, Iran meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke pangkalan militer AS Al-Udeid di Qatar. Khatibzadeh menyebut ini sebagai peringatan keras bahwa Iran tidak akan diam.
Peringatan untuk Israel: “Kami Siap Hancurkan Kalian!
Diplomat Iran itu menyebut Israel telah menerima “pukulan telak” dan memperingatkan:
– Setiap serangan baru akan dibalas dengan kekuatan penuh.
– Netanyahu telah menyesatkan rakyat Israel.
– Iran dalam kondisi siaga tinggi dan siap menghancurkan musuh.
Kecaman untuk Kepala IAEA & Ancaman Diplomasi Gagal
Khatibzadeh mengecam Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA karena dianggap membuka jalan bagi agresi Israel. Ia juga menegaskan:
– AS dan Israel tidak bisa menang lewat perang, apalagi diplomasi.
– Iran tidak akan bernegosiasi selama serangan masih berlangsung.
Korban Jiwa & Operasi Balasan Iran
Serangan Israel pada 13 Juni menewaskan 606 warga Iran dan melukai 5.332 orang. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi (IRGC) meluncurkan 22 rudal dalam Operasi True Promise III, menghantam target strategis Israel. (FD/presstv.ir)