Isu Pengunduran Dirinya Sri Mulyani Picu Alarm Kestabilan Ekonomi

JAKARTA – Dunia keuangan Indonesia bersiap menghadapi gelombang ketidakpastian terbesarnya sepanjang awal pemerintahan baru. Kabar mundurnya Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan, meski belum terbukti, telah memicu alarm kewaspadaan di kalangan investor dan pelaku pasar.

Isu yang berhembus dari kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang ini langsung diantisipasi akan mengguncang sentimen pasar pada perdagangan,
Senin.

Menanggapi badai spekulasi ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terpaksa angkat bicara.

“Belum saya dengar ya, terima kasih,” jawab Airlangga singkat ketika dikonfirmasi di Istana, Minggu (31/8/2025).

Tanggapan yang sama ia berikan untuk semua pertanyaan kritis mengenai langkah penjagaan stabilitas ekonomi dan antisipasi pelemahan Rupiah dan IHSG. “Nanti saya lihat dulu situasinya ya, terima kasih,” ujarnya sambil berlalu.

Respon “wait and see” dari pucuk pimpinan ekonomi ini justru mengundang tanya: apakah pemerintah memiliki skenario darurat untuk mengamankan fondasi ekonomi nasional jika isu ini ternyata benar?

Gelombang tekanan terhadap Sri Mulyani memang memuncak belakangan ini. Dimulai dari kontroversi pernyataan tentang kesejahteraan guru yang diklaim Kemenkeu sebagai video deepfake, hingga kaitannya dengan tunjangan hunian DPR sebesar Rp50 juta/bulan yang memicu gelombang demonstrasi besar-besaran.

Konflik ini bahkan telah melampaui batas debat kebijakan, dengan dilaporkannya penjarahan terhadap kediaman pribadi Sri Mulyani di Bintaro oleh orang tak dikenal.

Nasib perekonomian Indonesia kini bergantung pada jawaban satu pertanyaan: akankah “Obi-Wan Kenobi”-nya ekonomi Indonesia ini benar-benar meletakkan jabatan? (Dtc)

#DampakEkonomi#Investor#IsuPengunduranDiri#KabinetMerahPutih#KestabilanEkonomi#MenteriKeuangan#PresidenPrabowo#SriMulyanidemo