KARO – Pembangunan infrastruktur penghubung Liang Melas Datas (LMD) – Tiga Binanga sepanjang 37,5 KM oleh pemerintah pusat sangat mempengaruhi kehidupan warga setempat.
Selain memudahkan akses berlalu lalang, perekonomian warga setempat yang mayoritas petani jeruk itu semakin meningkat. Pengiriman hasil kebun semakin cepat, biaya pengiriman pun terpangkas.
Jeruk milik warga kebanyakan dikirim ke Pulau Jawa, seperti Jakarta dan sekitarnya. Ilham Perangin -angin selaku warga sekitar menuturkan, sebelum jalan diperbaiki, jarak dari Desa Kutambelin sampai Berastagi mencapai 4 jam lebih. Sedangkan setelah di aspal hanya sekitar 2 jam.
“Ini belum selesai semua diperbaiki. Kalau semua sudah sudah siap bisa cepat lagi jarak tempuhnya. Kalau dulu sebelum diperbaiki, dari Kutambelin ke Tiga Binanga saja bisa dua jam lebih. Jaraknya berapa kilo lah. Ke Berastagi bisa sampai 4 jam. Makanya, kami bersyukur dengan perbaikan jalan ini,” ungkapnya, kemarin.
Selain jarak tempuh yang jauh, kendaraan yang digunakan juga harus khusus. Tidak bisa sembarangan. Sebab, tidak sanggup mengangkut barang karena infrastrukturnya berlumpur.
“Makanya di sini semua pakai Toyota Hardtop. Kalau mobil pick up tidak bisa. Gak sanggup angkat jeruk, pupuk dan barang lainnya. Minimal L300. Kendaraan yang kemari juga tak bisa semarangan. Cemanalah bang, jalannya berlumpur. Kalau hardtop, naik ke bukti pun sanggup,” ungkapnya.
Biaya yang dikeluarkan pun cukup besar, mulai dari bahan bakar dan biaya lainnya. Selain itu, pengiriman semakin lama. Dengan perbaikan infrastruktur ini, biaya pengiriman semakin mudah, pengeluaran pun terpangkas. “Kalau sekarang sudah enak. Semakin cepat dan biaya semakin murah. Kami sangat bersyukur sekali jalan kami ini diperbaiki. Perekonomian kami meningkat,” tambahnya.
Tak hanya biaya pengiriman yang semakin murah, tapi juga harga tanah di kawasan itu jauh meningkat. Menurut D Sinuhaji warga sekitar lainnya, sebelum jalan tersebut diperbaiki harga tanah hanya sekitar Rp10 juta per hektar.
Itupun tidak ada yang membeli akibat akses yang rusak parah. Setelah jalan diperbaiki, harga tanah sudah mencapai Rp500 juta untuk 8 hektar. Artinya masyarakat mulai melirik kawasan tersebut untuk memulai usaha bidang pertanian. Sebab, akses sudah sangat mendukung.
“Sekarang harga tanah jauh meningkat. Orang juga mulai membangun rumah. Akses yang semakin bagus dan mudah ditempuh membuat harga tanah di sini jauh meningkat. Perekonomian warga jauh meningkat,” tambahnya.(KM)