MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama Kapolda Sumut Irjen. Wishnu Hermawan Februanto dan instansi terkait, berkolaborasi merancang strategi inovasi untuk mengoptimalkan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut tahun 2025, khususnya dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Inovasi Andalan untuk Genjot PAD Sumut
Beberapa terobosan yang akan diimplementasikan meliputi:
✅ E-Samsat One Stop Service – Pembaruan sistem dengan fitur face recognition terintegrasi data kependudukan (Dukcapil).
✅ Pembayaran PKB via QRIS – Transaksi lebih cepat dan praktis.
✅ Pemutihan Pajak & Cicilan PKB – Beri keringanan bagi wajib pajak.
✅ Layanan Mobile Samsat (Bus Saminten & Samkel CFD) – Operasional di Binjai, Pematangsiantar, dan Lapangan Merdeka Medan.
✅ Kiosk Samsat & WA Blast – Informasi real-time ke masyarakat.
✅ Razia Terpadu PKB – Tingkatkan kepatuhan pembayaran pajak.
Realiasi PAD Sumut Capai Rp2,4 Triliun
Berdasarkan data Bapenda Sumut per 22 Juli 2025 realisasi pajak daerah telah mencapai Rp2,475 triliun dengan rincian:
– PKB: Rp711,9 miliar
– BBNKB: Rp441,8 miliar
– Pajak Bahan Bakar: Rp819,5 miliar
– Pajak Rokok: Rp473,5 miliar
Dukungan Penuh Kapolda Sumut
Kapolda Sumut, Irjen. Wishnu Hermawan menegaskan komitmennya mendukung kebijakan Gubernur Bobby untuk mempermudah pembayaran pajak.
“Permudah masyarakat bayar pajak, jangan dipersulit. Kami siap tegakkan hukum bagi yang mangkir,” tegasnya.
Dengan 7,5 juta kendaraan terdaftar dan 300.000 unit baru masuk per tahun optimalisasi PKB dan BBNKB menjadi kunci peningkatan PAD Sumut. (Rel)