Bobby Nasution Bongkar 5 Jurus Strategis Sumut di Depan Bappenas, Ada Proyek Raksasa Berbunga 0,05 Persen!

JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, tidak datang ke Jakarta hanya untuk bersilaturahmi.

Di hadapan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Bobby membeberkan strategi besar yang bisa mengubah wajah Sumut dalam lima tahun ke depan.

Audiensi pada Kamis (8/10/2026) ini menjadi momen krusial Sumut menuntut dukungan pusat untuk lima prioritas yang tidak bisa ditawar.

Dengan posisi strategis sebagai gerbang Indonesia bagian barat dan populasi 15,8 juta jiwa, Sumut menyumbang Rp341,05 triliun (5,06 persen) terhadap PDB nasional.

“Tantangannya adalah menyatukan pusat pertumbuhan dengan potensi sawit, karet, dan energi ke dalam satu ekosistem terintegrasi,” tegas Bobby.

Lima Prioritas yang Diperjuangkan:

1. RSU Haji Medan Bertaraf Internasional

Proyek ini mengejar pendanaan dari Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea dengan skema luar biasa: bunga 0,05 persen, tenor 40 tahun, dan masa tenggang 10 tahun!

Namun, proyek ini terancam gagal karena belum masuk DRPLN-JM 2025-2029, sementara perjanjian berakhir Desember 2026. Bobby memohon “re-entry” segera.

2. Afirmasi Kepulauan Nias 2027-2029

Nias punya potensi pariwisata dan perikanan kelas dunia, tapi terkendala konektivitas dan biaya logistik. Pemprov mengusulkan program tahun jamak yang terintegrasi, dengan fokus pada Gunungsitoli sebagai hub ekonomi baru.

3. Koridor Industri Raksasa Belawan-Kualatanjung-Seimangkei

Ini adalah game changer. Belawan sebagai pintu gerbang, Kualatanjung sebagai international hub, dan Seimangkei sebagai pusat hilirisasi.

Baca Juga : Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Tata Kelola dan Kolaborasi 42 OPD untuk Percepatan Pembangunan

Dibutuhkan roadmap konkret 2027-2029 agar koridor ini menjadi tulang punggung logistik nasional.

4. Percepatan Pemulihan Pascabencana 2026-2028

Fokus pada hunian, infrastruktur, dan pemulihan sosial-ekonomi. Bappenas diminta mengorkestrasi lintas kementerian agar target pemulihan jelas dan terukur.

5. Keterpaduan Pembangunan & Kawasan Strategis

Memastikan Metropolitan Medan, Danau Toba, dan kawasan industri Medan-Binjai-Deliserdang terhubung dalam satu visi bioindustri dan pariwisata global.

Bobby Nasution menutup dengan permintaan tegas: kepastian pendanaan, penanggung jawab, dan target pelaksanaan.

“Kami butuh intervensi yang terarah untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Jika lima poin ini dieksekusi, Sumut bukan lagi sekadar pintu gerbang, melainkan motor penggerak ekonomi Indonesia. (FD/Rel)

#Bappenas#BeritaTerkini#bobbynasution#EkonomiSumut#kitamedandotcom#Nias#PembangunanInfrastruktur#RPJMN#RSUHajiMedan#SumateraUtara