Bobby Nasution Buka Suara di HUT APKASI ke-26: Otonomi Daerah Tak Bisa Andalkan Transfer Pusat, Ini Terobosan yang Digarisbawahi!

DELI SERDANG — Di tengah euforia peringatan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang dirangkaikan dengan HUT ke-80 Kabupaten Deli Serdang, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, melontarkan narasi yang menggetarkan panggung pembangunan daerah.

Bertempat di GRHA Bhinneka Perkasa Jaya, Lubukpakam, kemarin, Bobby menegaskan bahwa era ketergantungan fiskal pada pemerintah pusat harus segera berakhir.

Di hadapan ratusan kepala daerah se-Indonesia, Bobby menyoroti peran strategis APKASI yang telah berdiri sejak tahun 2000 sebagai jembatan aspirasi daerah.

Ia mendorong APKASI untuk tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi garda terdepan dalam menyuarakan rekomendasi konstruktif kepada pemerintah pusat demi mengurangi kesenjangan pembangunan.

Bobby menilai tantangan terbesar saat ini adalah penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) dan keterbatasan fiskal. Untuk itu, diperlukan inovasi radikal dalam menggali pendapatan asli daerah (PAD).

“Harus ada formulasi baru agar kemampuan fiskal daerah meningkat tanpa membebani rakyat,” tegasnya.

Salah satu terobosan yang disorot adalah kebijakan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 66% yang mulai berlaku sejak Januari 2025. Melalui kebijakan ini, pemerintah kabupaten/kota kini menerima langsung bagi hasil pajak, yang sebelumnya dikelola provinsi.

Baca Juga : Medan Perkenalkan QRESTO di Rakernas APEKSI 2026: Terobosan Digital Pajak Daerah yang Bikin PAD Naik Drastis

Di Sumatera Utara, kebijakan ini diharapkan memperkuat kapasitas keuangan daerah dalam membangun infrastruktur dan pelayanan publik.

Lebih jauh, Bobby mengusulkan agar tarif pajak kendaraan tidak diseragamkan. Kota besar bisa menerapkan tarif lebih tinggi untuk kendaraan mewah, sementara kabupaten diberi keringanan untuk kendaraan ekonomi seperti Low Cost Green Car (LCGC).

Langkah ini dinilai mampu menciptakan keadilan fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Tak hanya itu, Pemprov Sumut juga berkomitmen menambah alokasi Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) pada Juli 2026, dengan Deli Serdang sebagai salah satu penerima manfaat terbesar.

Momentum ini juga menjadi ajang unjuk gigi Deli Serdang. Direktur Eksekutif APKASI, Sarman Simanjorang, menyebut penyelenggaraan HUT ke-26 ini sebagai yang paling meriah dan menjadi standar bagi tuan rumah berikutnya.

Apalagi, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tuan rumah berhasil melahirkan Putri Otonomi Indonesia 2026, yaitu Yemima Mutiara Caren Sitanggang dari Deli Serdang. Ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan, melainkan wadah lahirnya duta promosi investasi dan pariwisata daerah.

Sementara itu, Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menegaskan komitmennya memperjuangkan otonomi daerah yang lebih luas.

“Otonomi bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan, tapi mandat sejarah untuk mendekatkan negara dengan rakyatnya,” ujarnya.

Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menyambut baik kepercayaan ini dan berharap forum ini membuka peluang kerja sama antardaerah, berbagi pengalaman, serta inovasi pembangunan.

Dengan rangkaian acara mulai dari gala dinner, forum bisnis daerah, hingga fun walk, HUT APKASI ke-26 bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kebangkitan otonomi daerah yang mandiri, inovatif, dan kolaboratif. (Rel)

#APKASI#bobbynasution#FiskalDaerah#kitamedandotcom#OtonomiDaerah#PembangunanDaerah#PendapatanDaerahdeliserdangSumut