MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) resmi menyalurkan dana hibah tahun anggaran 2026 kepada 567 penerima yang terdiri dari rumah ibadah, yayasan pendidikan, lembaga keagamaan, hingga mahasiswa penerima beasiswa S1, S2, dan S3.
Rinciannya: 250 rumah ibadah, 160 yayasan/lembaga pendidikan, 9 lembaga keagamaan, dan 148 mahasiswa penerima beasiswa. Namun angka ini belum setengah dari total penerima yang direncanakan.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengungkapkan bahwa alokasi dana hibah APBD Sumut tahun ini mencapai lebih dari Rp200 miliar salah satu yang terbesar di Indonesia.
”Ini gak main, Rp200 miliar tidak kecil. Kita mau ada perubahan untuk yang kita bantu,” tegasnya di acara penyaluran, Senin (31/8/2026).
Yang Membuat Ini Berbeda:
1. Skala dan Cakupan. ”Penganggaran dana hibah di Indonesia salah satu yang terbesar itu di Sumut,” ujar Bobby. Penyaluran dilakukan bertahap dengan mekanisme verifikasi ketat agar tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat.
2. Terobosan 60:40. Pemprov tengah menyusun program agar 60% dana hibah untuk pembangunan fisik dan 40% untuk kesejahteraan umat.
”Selama ini masjid full fisik semua, padahal di sebelahnya ada warga kena pinjol, anaknya nangis gak bisa beli susu, rumahnya gelap gak bayar listrik,” ujar Bobby mengkritisi pola lama.
3. Target 2027: Rp250 Juta per Rumah Ibadah. Bobby menyoroti bantuan yang masih Rp50–100 juta dinilai terlalu kecil. ”Saya bilang ngapain. Nyebar Rp50 juta ke 10 titik, kebermanfaatannya kurang, mending fokus dulu 1-2 tapi maksimal,” tegasnya.
4. Rumah Ibadah sebagai Penggerak Ekonomi.
”Minimal 40 rumah dari rumah ibadah warganya sejahtera. Tidak ada utang, tidak nunggak listrik, anaknya gak nangis ingin beli susu,” ujar Bobby.
Bahkan ia mencontohkan Masjid Jogokariyan Yogyakarta sebagai model pengelolaan yang berhasil.
Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus mengapresiasi langkah ini. ”Dana yang dianggarkan Pemprov Sumut salah satu yang terbesar di Indonesia. Kami berharap Pemprov dan DPRD terus bersinergi menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dengan pendekatan yang menggeser paradigma dari sekadar bantuan fisik menuju pemberdayaan ekonomi umat, Sumut kini tak hanya mencatat rekor anggaran hibah terbesar tetapi juga menghadirkan formula baru yang berani: rumah ibadah yang makmur secara fisik dan sosial. (FD)