MEDAN – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, kembali menggalakkan kampanye “Pelajar Tolak Geng Motor” dan bijak bermedia sosial sebagai langkah strategis menyiapkan generasi muda menyambut Indonesia Emas 2045.
Aksi ini digulirkan melalui program “Police go to School” di SMAN 3 Medan, Senin (28/4/2025), dengan fokus membentengi pelajar dari pengaruh negatif pergaulan bebas dan hoaks di dunia digital.
Pelajar adalah Garda Terdepan Indonesia Emas 2045
Dalam paparannya, Gidion menekankan bahwa pelajar kelas 1 dan 2 SMA saat ini akan menjadi tulang punggung bangsa saat Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan.
“Hindari kegiatan yang merusak masa depan, seperti ikut geng motor atau menyebar konten negatif di medsos. Setiap detik yang terbuang, sama saja menunda kesuksesan kalian!” tegasnya.
Bahaya Geng Motor & Dampak Negatif Medsos
Kapolrestabes Medan menyoroti maraknya aksi geng motor yang kerap pamer aksi kebut-kebutan, bawa senjata tajam, hingga unggah konten provokatif di media sosial. Beberapa kelompok seperti Simple Life, Lapendos, dan RNR disebut kerap mengekspos identitasnya secara terbuka, bahkan menimbulkan keresahan masyarakat.
“Bijak menggunakan media sosial itu kunci! Ekspresikan potensi diri, bukan ikut-ikutan konten kekerasan atau ujaran kebencian. Ingat, jejak digital tidak bisa dihapus!” imbuh Gidion.
Police go to School: Langkah Nyata Polrestabes Medan
Program kolaborasi dengan sekolah ini tidak hanya fokus pada pencegahan geng motor, tetapi juga mengedukasi pelajar tentang cara menyaring informasi hoaks dan membangun personal branding positif di medsos.
“Jadikan medsos sebagai alat pemersatu bangsa, bukan ajang eksis yang merugikan diri sendiri,” pesannya.
Siswa SMA Kunci Indonesia Emas 2045
Gidion menambahkan, kesiapan generasi muda sangat menentukan kesuksesan Indonesia Emas 2045.
“Tetapkan tujuan hidup, ikuti mentor inspiratif, dan jauhi pergaulan bebas. Kalian adalah calon pemimpin yang akan membawa Indonesia ke puncak kejayaan!” tutupnya penuh semangat. (FD)