MEDAN – Di tengah kepulan debu dan deru alat berat yang meraung di Perumahan Grand Polonia, Selasa (21/7/2026), satu sosok justru paling mencolok Wali Kota Medan Rico Waas.
Ia tidak hanya datang memberi semangat, tetapi langsung mengambil alih komando di lokasi bencana ledakan dahsyat yang meratakan satu unit rumah mewah.
Berbeda dengan pejabat yang sekadar melongo atau berfoto di lokasi, Rico Waas terlihat menyusuri puing-puing berbahaya, berdialog intens dengan tim SAR, dan memastikan setiap keputusan diambil dengan hitungan detik.
“Saya ke sini untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Korban adalah prioritas nomor satu, tapi keselamatan petugas di lapangan juga harga mati,” tegas Rico di sela-sela rapat darurat posko.
Dalam peninjauan yang berlangsung lebih dari 4 jam itu, Rico mengeluarkan empat instruksi strategis yang menjadi pembeda respons Pemko Medan kali ini:
1. Penggunaan Alat Berat Secara Bertahap
Rico secara langsung memerintahkan Dinas PU untuk mengerahkan eskavator dan alat berat guna membersihkan material di bagian depan bangunan.
“Saya lihat strukturnya sangat labil. Evakuasi manual terlalu berisiko. Kita pukul rata dari depan agar petugas bisa menjangkau lantai dua dengan aman,” ujarnya sambil menunjuk denah bangunan yang ia pegang erat.
2. Siaga Penuh Tim Medis & Ambulans
Bukan hanya satu, Rico mengerahkan 3 unit ambulans dan 2 tim kesehatan lengkap dari RSUD Pirngadi.
“Saya minta oksigen dan perlengkapan trauma tersedia di garis depan. Korban yang selamat harus langsung mendapat perawatan intensif di lokasi,” perintahnya.
3. Evakuasi Prioritas untuk 2 Korban Hilang
Dengan data akurat di genggamannya, Rico mengonfirmasi bahwa dari 6 korban, 4 sudah berhasil ditemukan (1 balita dan 1 kurir selamat, 1 istri pemilik rumah dan 1 lainnya meninggal). Dua sisanya masih tertimbun.
“Fokus kita jangan berpencar. Kerahkan anjing pelacak ke titik pojok timur,” arahnya ke Kepala Basarnas.
4. Transparansi Penyebab: Tunggu Puslabfor
Rico dengan tegas memerintahkan jajarannya untuk tidak berspekulasi soal penyebab ledakan di media.
“Jangan sembarangan bilang ini karena gas atau karena listrik. Biarkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) yang berbicara. Saya sudah koordinasi dengan Kapolrestabes untuk percepat hasil,” katanya, menunjukkan sikap pemimpin yang berani jujur dan tidak terburu-buru menyimpulkan.
Tidak berhenti di situ, Rico Waas juga menyempatkan diri berbicara dengan tetangga korban yang rumahnya ikut terdampak.
Dengan nada tenang namun berwibawa, ia berjanji bahwa penanganan rumah terdampak akan diputuskan segera setelah evakuasi korban selesai.
“Saya sudah perintahkan Dinas Perumahan untuk mendata kerusakan. Negara hadir, jangan khawatir,” ucapnya.
Kehadiran Wali Kota di garis depan ini menjadi suntikan moral bagi puluhan personel gabungan dari Polri, Brimob, Basarnas, dan BPBD.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dua korban masih berlangsung ketat di bawah arahan langsung Rico Waas.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan resmi dari posko yang dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Kota Medan tersebut.
Rico Waas membuktikan, dalam bencana sekalipun, Medan punya pemimpin yang tak hanya bicara dari balik meja, tetapi turun berlumpur menyelamatkan nyawa. (FD)