MEDAN – Arus mudik menuju Kota Medan pada H+2 Lebaran 2025 menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, tercatat 55.808 kendaraan masuk melalui empat titik pemantauan, sementara kendaraan keluar sebanyak 52.933 unit.
Angka ini turun drastis dibanding H+1 Lebaran yang mencapai 182.467 kendaraan masuk dan 199.075 keluar.
Perbandingan Arus Lalu Lintas H+1 dan H+2
Pantauan Backoffice Smart City Satlantas Polrestabes Medan mengungkapkan, total kendaraan dalam kota selama dua hari Lebaran (31 Maret–1 April 2025) mencapai 1.285.332 unit.
Pada H+1, volume kendaraan di dalam kota menyentuh 1.047.806 unit, lalu turun menjadi 237.526 unit di H+2.
Kombes Gidion menegaskan, meski terjadi penurunan arus mudik, jalur menuju kawasan wisata Berastagi justru mengalami peningkatan kunjungan.
“Meski ada kenaikan volume ke Berastagi, kondisi lalu lintas tetap lancar tanpa hambatan berarti,” ujarnya saat inspeksi Pos Pelayanan Stasiun Kereta Api Medan, Selasa (1/4/2025).
Fokus Pengamanan dan Antisipasi Kemacetan
Dalam kunjungannya, Kapolrestabes Medan didampingi sejumlah pejabat seperti Kasatlantas AKBP I Made Parwita, Wakapolrestabes AKBP Taryono Raharja, serta perwakilan Satuan Narkoba, Intelkam, dan Reskrim.
Tim gabungan ini memastikan layanan transportasi kereta api, yang juga mengalami peningkatan penumpang, berjalan optimal.
Gidion menambahkan, meski pemudik yang menggunakan kereta api meningkat, angka tersebut tidak signifikan.
“Kami tetap fokus pada pengaturan lalu lintas darat, terutama di jalur wisata prioritas seperti Berastagi,” jelasnya.
Analisis Tren dan Rekomendasi Perjalanan
Penurunan arus kendaraan di dalam kota Medan menunjukkan sebagian besar warga telah menyelesaikan aktivitas mudik pada H+1. Bagi wisatawan yang berencana ke Berastagi, Kombes Gidion menyarankan untuk memanfaatkan waktu pagi atau sore hari guna menghindari kepadatan.
Dengan koordinasi ketat dari jajaran Polrestabes Medan, situasi H+2 Lebaran 2025 dinilai terkendali. Pemantauan real-time melalui sistem Smart City menjadi kunci keberhasilan pengelolaan arus mudik tahun ini. (FD)