TANJUNGBALAI – Laut lepas tak lagi jadi tempat aman bagi para pelaku penyalahgunaan narkotika. Sabtu (6/6/2026), patroli laut gabungan yang digelar Pemprov Sumut bersama Pemko Tanjungbalai berhasil mengungkap kasus narkoba di perairan strategis Selat Malaka.
Seorang nahkoda dan seorang anak buah kapal (ABK) dinyatakan positif mengonsumsi ganja. Tak hanya itu, empat linting ganja siap pakai turut disita dari tangan nahkoda.
Operasi berskala besar ini menyusuri jalur-jalur tikus yang selama ini dicurigai sebagai pintu masuk gelap narkoba dari luar negeri. Tim gabungan yang terdiri dari Kesbangpol, Satpol PP Provinsi Sumut, BNN, TNI, Polri, serta jajaran Forkopimda Tanjungbalai bergerak cepat menyisir tiga titik rawan Sungai Bagan Asahan, Alur Sungai Tempurung, hingga Sungai Kuala Haji Nuhi yang berbatasan dengan Kabupaten Asahan.
Patroli dimulai dengan apel gabungan di halaman Kantor Wali Kota Tanjungbalai. Dari sana, tim meluncur ke laut. Ketika tiba di kawasan Kuala Bagan Asahan, kapal nelayan bernama KM Serasi Kaya menarik perhatian.
Kapal itu baru lima hari berlayar dari Pulau Jemur (Jermal 8) dan hendak bersandar di Teluk Nibung.
Petugas segera menghentikan kapal. Seluruh awak kapal yang berjumlah 14 orang, termasuk nahkoda, menjalani pemeriksaan fisik dan tes urine secara mendadak.
Hasilnya mengejutkan: dua orang positif ganja nahkoda dan satu ABK. Dalam interogasi awal, keduanya mengaku terakhir mengonsumsi ganja dua hari sebelum berlayar. Petugas juga menemukan empat linting ganja yang disembunyikan nahkoda di ruang kemudi.
Kepala Kesbangpol Provinsi Sumut, Mulyono, didampingi Kasatpol PP Provinsi Sumut, Moettaqien Hasrimi, menegaskan bahwa operasi seperti ini akan terus digencarkan.
“Kami tidak akan berhenti. Kolaborasi dengan kabupaten dan kota akan diperluas, tidak hanya untuk narkoba tapi juga kenakalan remaja. Masa depan generasi muda dipertaruhkan. Setiap pelaku akan langsung kami seret ke aparat penegak hukum,” tegas Mulyono.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Tanjungbalai, AKP NF Saragih, mengapresiasi kekompakan lintas instansi.
“Dari 14 orang, dua positif ganja. Empat linting ditemukan, dan nahkoda sudah mengakui kepemilikannya. Saat ini pelaku dan barang bukti termasuk kapal KM Serasi Kaya – sudah kami amankan di Mapolres Tanjungbalai. Proses hukum berjalan. Kami harap operasi bersama ini terus berlanjut dengan hasil yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Penangkapan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh nelayan dan awak kapal yang beroperasi di perairan Sumut. Selat Malaka yang selama ini dikenal sebagai jalur perdagangan internasional ternyata juga rawan penyalahgunaan narkoba.
Dengan patroli rutin dan sinergi lintas sektor, aparat optimis mampu menekan peredaran gelap. Masyarakat pun diimbau segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar pelabuhan atau alur sungai. (Rel)