MEDAN – Peta ekonomi Sumatra sedang digambar ulang. Kamis (23/7/2026), Hotel Adimulia Medan akan berubah menjadi pusat komando strategis bagi seluruh kepala daerah se-Pulau Sumatra.
Bukan sekadar pertemuan seremonial, BI Investment Day Sepulau Sumatera adalah sinyal keras bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tak lagi bisa mengandalkan Jawa semata.
Forum ini akan mempertemukan para gubernur se-Sumatera dengan investor dan pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi investasi lintas provinsi yang selama ini hanya menjadi wacana.
Keseriusan acara ini terlihat dari persiapan matang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah dalam audiensi dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Ameriza M Moesa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (21/7/2026).
Bobby Nasution menyadari betul bahwa potensi besar Pulau Sumatera kerap terhambat oleh ego sektoral dan koordinasi yang tumpang tindih.
“Potensi Sumatera ini sangat luar biasa. Melalui kegiatan BI Investment Day ini, kita berharap arus investasi tidak hanya masuk ke satu daerah saja, tetapi dapat terintegrasi dan memberi dampak ekonomi yang nyata bagi seluruh masyarakat di Pulau Sumatera,” ujar Bobby dengan tegas.
Komitmen Pemprov Sumut tak main-main. Selain menjadi tuan rumah, mereka juga bertekad menciptakan iklim investasi super kondusif melalui penguatan sinergi antardaerah.
Target besar pun dipasang: realisasi investasi Rp100 triliun hingga 2029 sebagai kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ini bukan sekadar mimpi, mengingat realisasi investasi Sumut tahun 2025 telah melampaui target BKPM.
Ameriza M Moesa menegaskan bahwa BI Investment Day dirancang sebagai forum yang mempertemukan pemerintah daerah, investor, dan pemangku kepentingan untuk memperluas peluang investasi di Pulau Sumatera. Acara ini direncanakan dihadiri sedikitnya lima gubernur dari provinsi di Sumatera.
“Acara ini menjadi wadah untuk mempromosikan berbagai potensi keunggulan daerah, menarik arus investasi baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih inklusif dan berkelanjutan,” jelas Ameriza.
Penguatan investasi ini penting agar potensi setiap daerah—dari infrastruktur, komoditas unggulan, hingga pariwisata—dapat dikembangkan secara optimal dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa.
Selain promosi investasi, forum ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemprov Sumut dan Bank Indonesia dalam mendorong kemudahan berusaha, penguatan UMKM, serta percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan ekonomi Sumatera Utara.
BI Investment Day 2026 di Medan bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah deklarasi bahwa Sumatera sudah siap mengambil peran lebih besar dalam peta ekonomi Indonesia. Pertanyaannya, apakah para pemangku kepentingan di daerah lain siap menyambut perubahan ini? (Rel)