BINJAI – Tim Penggerak PKK Sumut siap berkolaborasi penuh mendukung program imunisasi nasional guna menekan angka anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar (zero-dose) di Sumatera Utara.
Komitmen ini ditegaskan dalam Advokasi & Sosialisasi Imunisasi Nasional yang digelar TP PKK Pusat di Aula Kantor Walikota Binjai.
“Setiap anak berhak tumbuh sehat dengan imunisasi lengkap. Ini langkah vital cegah penyakit mematikan seperti TBC, Hepatitis B, Difteri, Polio, dan Campak,” tegas Titiek Sugiharti Surya, Staf Ahli PKK Sumut, mewakili Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu.
Fakta Penting Imunisasi
– Anak tanpa imunisasi berisiko tinggi terkena Difteri, Pertusis, dan Tetanus (DPT).
– Masih banyak orang tua menolak imunisasi karena mitos seperti “vaksin berbahaya” atau “anak tidak divaksin lebih sehat”.
– Program Zero Dose fokus pada anak usia 12 bulan–5 tahun yang belum diimunisasi.
Peran Kader PKK:
Kader PKK akan turun langsung dari pintu ke pintu, mengedukasi keluarga dan mendata bayi/balita yang belum divaksin. “Ini tanggung jawab kita bersama untuk generasi Indonesia yang sehat dan unggul,” seru Titiek.
Dukungan Nasional & Internasional
Program ini hasil kolaborasi Kemenkes RI dan NGO Gavi melalui Zero-dose Immunization Program (ZIP). “Binjai jadi perwakilan Sumut, kami harap kinerjanya optimal,” ujar Yane Ardian Bima Arya dari TP PKK Pusat.
Dukungan Pemda Binjai
Wali Kota Binjai Amir Hamzah menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk perlindungan kesehatan anak. “Dukungan nyata untuk warga Binjai agar terhindar dari penyakit berbahaya,” tandasnya. (FD)