MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Waas memimpin aksi pembersihan sampah plastik di Danau Siombak dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Ia menegaskan bahwa danau ini memiliki keindahan alami, namun tercemar oleh sampah yang dibuang sembarangan.
Sampah Masuk Melalui Aliran Sungai
Rico Waas mengungkapkan bahwa sampah yang baru dibersihkan berasal dari aliran sungai sekitar danau. Meski sebelumnya sudah dibersihkan, sampah terus mengalir sejak malam hingga pagi hari. Danau Siombak sendiri merupakan bekas galian tanah timbunan tahun 1980.
Ancaman Penuhnya TPA Terjun pada 2028
Wali Kota menyebut volume sampah di Medan mencapai 1.500-1.600 ton per hari, berpotensi memenuhi TPA Terjun pada 2028. Ia mendorong masyarakat memilah sampah, terutama plastik, dan mendukung pembentukan bank sampah di setiap lingkungan.
Aksi Bersih dengan Perahu Karet BPBD
Rico Waas memulai aksi dengan apel bersama jajaran kecamatan dan penggiat lingkungan. Dengan menaiki perahu karet BPBD, ia memungut sampah di pinggir danau sebelum bergerak ke tengah. Sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir.
Sampah Dominan dari Sungai Bederah
Plt. Camat Medan Marelan, Alkausar Deaysa, menjelaskan bahwa sampah di Danau Siombak mencapai 6 kubik per hari, berasal dari laut, rumah tangga, dan TPA Terjun yang terbawa Sungai Bederah. Masyarakat tidak lagi membuang sampah langsung ke danau, tetapi ke sungai.
Pesan Rico Waas untuk Jaga Lingkungan
Rico Waas mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. “Kita butuh bumi, bukan sebaliknya. Lingkungan bersih akan membuat hidup lebih nyaman,” pesannya.
Ia berharap kesadaran masyarakat meningkat agar Danau Siombak tetap lestari. (FD)