MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk pertama kalinya secara terbuka mewajibkan agar suara perempuan dan penyandang disabilitas tidak hanya sekadar didengar, tetapi menjadi pijakan utama dalam menentukan prioritas anggaran pembangunan kota.
Pernyataan revolusioner ini disampaikan dalam Forum Multipihak “Penguatan Representasi dan Inklusi Perempuan dalam Anggaran (PRIMA) – Layanan Kesehatan dan WASH yang Inklusif”, yang berlangsung di Raflesia Room, Swiss-Belinn Gajah Mada Medan, Selasa (11/8/2026).
“Saya tegaskan, keterlibatan mereka bukan formalitas belaka. Suara kelompok rentan wajib menjadi pertimbangan nyata dalam setiap kebijakan dan alokasi APBD,” ujar Rico dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Wali Kota, Adlan.
Rico Waas menyoroti peran vital perempuan yang memiliki pengalaman harian langsung dalam mengelola kebutuhan dasar rumah tangga—mulai dari akses air bersih, sanitasi lingkungan, hingga kesehatan keluarga.
Kontribusi pemikiran mereka dinilai sangat krusial agar program pembangunan tidak sekadar angka di atas kertas, tetapi tepat sasaran dan menyentuh akar masalah.
Tak hanya gender, Rico secara khusus mengingatkan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Kota Medan tidak cukup hanya siap secara kuantitas. Fasilitas tersebut wajib ramah dan mudah dijangkau oleh warga penyandang disabilitas.
“Pembangunan yang inklusif berarti tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal, hanya karena kondisi lingkungan, keterbatasan fasilitas, maupun hambatan dalam memperoleh pelayanan,” tegasnya.
Sorotan khusus diberikan pada persoalan lingkungan dan infrastruktur di kawasan pesisir Medan yang masih menghadapi tantangan serius.
Forum PRIMA kali ini secara spesifik membahas penguatan layanan kesehatan serta program WASH (Air, Sanitasi, dan Kebersihan) yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemko Medan menyambut terbuka seluruh masukan dari Koalisi PRIMA dan elemen masyarakat. Semua aspirasi yang masuk akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan Tahun 2025–2029, guna mewujudkan visi “Medan Bertuah” yang inklusif, maju, dan berkelanjutan.
“Kita ingin membangun kota yang kita cintai ini supaya semakin sehat, bersih, nyaman, dan dapat memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh masyarakat,” pungkasnya. (FD)