Sumut Naik Kelas! Umur Harapan Hidup Tembus 74 Tahun, Kematian Ibu Melorot Drastis di Bawah Target Nasional

MEDAN – Kabar menggembirakan datang dari Sumatera Utara. Derajat kesehatan masyarakat provinsi ini melesat signifikan sepanjang 2025.

Di balik lonjakan ini, ada tangan dingin Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang menggerakkan program kesehatan terintegrasi lewat visi Kolaborasi Sumut Berkah.

Hasilnya? Dua indikator makro kesehatan utama—Umur Harapan Hidup (UHH) dan Angka Kematian Ibu (AKI)—berhasil melampaui target nasional!

Kepala Dinkes Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, membeberkan data sensasional: dari 7 indikator kinerja, 5 di antaranya tembus di atas 100 persen.

“Ini buah kerja keras, sinergi pusat-provinsi-kabupaten, dan pendekatan holistik,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan LKIP 2025 yang sudah direviu Inspektorat, UHH masyarakat Sumut kini mencapai 74,19 tahun—melampaui target 74,01 tahun (capaian 100,24%).

Tren positif ini berkelanjutan: 73,67 tahun (2023) → 73,90 tahun (2024) → 74,19 tahun (2025). Artinya, kualitas hidup dan akses layanan kesehatan semakin prima.

Baca Juga : Kahiyang Ayu Pacu Transformasi Posyandu di Sumut: Dari Layanan Kesehatan Menuju Pusat Layanan Terpadu

Pencapaian paling heroik: AKI Sumut ditekan hanya 45,38 per 100.000 kelahiran hidup. Bandingkan dengan target awal 65,78—capaian melesat 131%! Lebih wow lagi, angka ini jauh di bawah rata-rata nasional 2025 yang masih 85,17 per 100.000 KH. Ini bukti nyata intervensi kesehatan ibu berhasil.

Terealisasi 3,20 per 1.000 kelahiran hidup, lebih baik dari target 3,28 (capaian 102,44%). Rahasianya? Implementasi wajib laporan by name by address lewat aplikasi MPDN (Maternal Perinatal Death Notification) dari Kemenkes. Sistem ini membantu fasyankes merespons cepat risiko kematian ibu dan bayi.

Cakupan kepesertaan JKN mencapai 100,67% (target 98,6%). Sumut resmi mempertahankan status UHC—masyarakat tak perlu cemas biaya saat berobat.

Persentase puskesmas dan RS dengan akreditasi paripurna kini 53,96%, jauh di atas target 41,1% (capaian 131,29%). Mutu pelayanan naik kelas!

Angka kesakitan terealisasi 10,43% (target 10,03%, capaian 96,01%). Dipengaruhi perubahan lingkungan dan beban ganda penyakit menular & tidak menular. Sementara data final stunting balita masih menunggu rilis Kemenkes.

Pemprov Sumut tak berpuas diri. Tahun ini, Dinkes menggenjot layanan kesehatan primer berbasis digital, penguatan posyandu di desa, dan intervensi gizi terpadu untuk tuntas stunting.

“Kami pastikan UHC dan peningkatan indeks kesehatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap lapisan masyarakat Sumut—menuju lingkungan sehat, berkah, dan sejahtera,” tegas Faisal. (Rel)

#AKITurun#bobbynasution#KesehatanSumut#kitamedandotcom#SumutBerkah#SumutNaikKelas#TransformasiKesehatan#UHC#UHHMeningkat