Wali Kota Medan Beri Ultimatum: PUD Pasar Wajib Jadi “Mesin Uang”, Bukan Sekadar Birokrasi Biasa!

MEDAN – Sebuah gebrakan keras dilontarkan Wali Kota Medan, Rico Waas, di tengah Rapat Monitoring dan Evaluasi Triwulan II yang berlangsung di Balai Kota, Senin (27/7/2026).

Dengan nada tegas yang menggetarkan ruang rapat, Rico memerintahkan jajaran Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar untuk mengakhiri pola kerja monoton dan bertransformasi total menjadi entitas bisnis profesional bukan sekadar birokrat pengelola pasar tradisional.

“Saya ingin jajaran PUD Pasar menjadikan perusahaan ini sebagai tempat investasi dan MESIN PENCETAK KEUNTUNGAN bagi perusahaan, bukan sekadar bekerja biasa. Kita harus bisa mengembangkan pasar yang lebih modern,” ungkap Rico Waas.

Pernyataan ini menjadi penanda babak baru bagi pengelolaan pasar di ibu kota Sumatera Utara. Di hadapan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman serta seluruh manajemen PUD Pasar, Rico Waas secara terbuka menilai bahwa kinerja PUD Pasar masih jauh dari kata optimal.

Ia bahkan memberi tenggat waktu bagi seluruh jajaran untuk membenahi sistem pengelolaan pasar secara menyeluruh dari tata kelola, pelayanan, hingga optimalisasi pendapatan.

Ancaman Tegas: “Saya Tidak Akan Sungkan!”

Di balik tuntutan transformasi, Rico Waas menyelipkan peringatan keras yang tak main-main. Ia mengingatkan bahwa PUD Pasar harus menjadi tim yang solid dan saling menguatkan.

Namun, jika ditemukan praktik kecurangan dalam pengelolaan perusahaan daerah ini, konsekuensinya akan berlapis.

“Apabila PUD Pasar melakukan kecurangan, saya TIDAK AKAN SUNGKAN-SUNGKAN memberikan teguran keras.”

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Wali Kota Medan serius membersihkan birokrasi dari kebocoran dan inefisiensi terutama mengingat sektor retribusi pasar selama ini kerap menjadi sorotan DPRD karena rentan terhadap penyimpangan.

Baca Juga : PUD Pembangunan Medan Nyaris Kolaps! Godfried Effendy Lubis: “Jajaran Direksi Jangan Tidur, Ini K ansuran Terakhir”

Meski memberi ultimatum, Rico Waas juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah terobosan baru yang mulai dirancang PUD Pasar. Dua inovasi yang paling menyita perhatiannya adalah rencana peluncuran Petisah Night Market dan pembentukan pasar percontohan.

Konsep Petisah Night Market menjadi angin segar bagi wajah pasar tradisional Medan. Rencananya, Pasar Petisah akan disulap menjadi pusat ekonomi kreatif dan kuliner malam yang menghidupkan denyut ekonomi warga sekaligus mempercantik estetika kota.

Ini bukan sekadar proyek seremonial, melainkan langkah strategis untuk menjadikan Pasar Petisah sebagai benchmark perdagangan modern di Medan.

Dirut PUD Pasar: “Kami Tancap Gas!”

Menjawab instruksi tegas Wali Kota, Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, menyatakan komitmen penuh untuk bergerak cepat.

“Kami berkomitmen penuh untuk meningkatkan kinerja perusahaan,” ujarnya mantap.

Anggia memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan segera diimplementasikan:
· Dashboard Digital — sistem monitoring real-time untuk seluruh transaksi dan kinerja pasar
· Petisah Night Market — konsep pasar malam yang menggabungkan ekonomi kreatif dan kuliner
· Penerapan GCG (Good Corporate Governance) — tata kelola perusahaan yang baik dan transparan
· Pasar Percontohan — model pengelolaan pasar modern yang akan direplikasi ke seluruh pasar di Medan

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari reformasi besar-besaran yang dijalankan PUD Pasar, sejalan dengan kebijakan digitalisasi yang sebelumnya telah diluncurkan Rico Waas di Pasar Petisah pada Juni 2026 melalui kerja sama dengan Bank Mandiri.

Apa yang terjadi di Balai Kota Medan kemarin bukan sekadar rapat evaluasi biasa. Ini adalah deklarasi perang terhadap budaya birokrasi yang lamban dan prosedural.

Rico Waas ingin PUD Pasar yang mengelola aset pasar di titik-titik strategis kota bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang nyata, bukan sekadar penghisap anggaran daerah.

Dengan aset yang melimpah dan basis konsumen yang sudah pasti, PUD Pasar memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar.

Namun semua itu hanya mungkin jika mindset birokrat diubah menjadi mindset pebisnis sebuah pesan yang disampaikan Rico Waas dengan tegas dan tanpa kompromi.

Pertanyaan besarnya Mampukah PUD Pasar menjawab tantangan ini? Atau justru akan menjadi babak baru bagi persoalan klasik birokrasi Indonesia?

Waktu yang akan menjawab. Satu hal yang pasti Rico Waas tidak akan segan-segan menindak jika target transformasi ini tidak tercapai. Pantau terus perkembangan terbaru hanya di sini! (Red)

#BeritaMedan#DigitalisasiPasar#EkonomiMedan#kitamedandotcom#medanberkah#PetisahNightMarket#PUDPasar#RicoWaas#TransformasiPasar#walikotamedan