Kejutan! Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti

FOXBOROUGH, MASSACHUSETTS – Stadion Gillette hening. Hening yang mencekam. Puluhan ribu pasang mata tertuju pada titik putih di tengah lapangan yang tiba-tiba terasa sejauh mil.

Jose Canale mengambil napas panjang. Di hadapannya, kiper legendaris Manuel Neuer berdiri tegap, mencoba mengintimidasi dengan tatapan elangnya. Canale berlari. Satu tendangan datar ke pojok kanan bawah. Neuer melesat, tapi bola sudah lebih dulu membentur jala. Gol!

Timnas Paraguay menyingkirkan raksasa Jerman dari babak 32 besar Piala Dunia 2026 melalui drama adu penalti yang berakhir 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu, Selasa dini hari WIB.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit pertama. Paraguay, yang lolos dari fase grup sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, menerapkan strategi bertahan disiplin yang nyaris sempurna.

Kejutan nyaris tercipta lebih awal saat sundulan Junior Alonso dari sepak pojok masih melambung tipis di atas mistar.

Namun, tiga menit sebelum turun minum, mimpi buruk Jerman menjadi kenyataan. Umpan silang Matias Galarza yang melengkung ditemukan oleh heading akurat Julio Enciso.

Bola meluncur deras ke pojok gawang, tak terbendung Neuer. Itu adalah gol pertama Paraguay di babak gugur Piala Dunia sepanjang sejarah.

Baca Juga : Gol Injury Time Martinelli Bawa Brasil Lolos Ke 16 Besar

Jerman, yang mendominasi penguasaan bola, baru bisa merespons pada menit ke-54. Florian Wirtz, yang menjadi motor serangan, melepaskan umpan terukur yang disambut tandukan Kai Havertz. Kiper Paraguay, Orlando Gill, hanya bisa menatap bola bersarang di gawangnya.

Jerman terus menekan. Havertz nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke-77, tetapi Gill kembali menunjukkan ketangguhannya dengan menepis sundulan keras tersebut.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai, memaksa laga dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit.

Pada menit ke-102, stadion bergemuruh. Jonathan Tah menyundul bola dari sudut tendangan pojok dan masuk ke gawang Paraguay. Selebrasi pemain Jerman pecah. Namun, kebahagiaan itu sirna seketika.

Wasit menunjuk ke samping lapangan. VAR memeriksa insiden di kotak penalti. Hasilnya: gol dianulir.

Waldemar Anton dinilai mendorong kiper Orlando Gill sebelum bola disundul Tah. Keputusan kontroversial itu memicu protes keras pemain Jerman, tetapi skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Babak adu penalti menjadi panggung bagi pahlawan baru. Orlando Gill, kiper Paraguay, tampil gemilang dengan menggagalkan dua eksekusi pemain Jerman. Di sisi lain, kegagalan Havertz sebagai penendang pertama Jerman menjadi pukulan psikologis yang berat.

Jerman, yang sebelumnya memiliki rekor sempurna di adu penalti Piala Dunia dengan empat kemenangan beruntun (1982, 1986, 1990, 2006), akhirnya harus merasakan pahitnya kekalahan di tos-tosan untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di turnamen ini.

“Ini adalah malam yang bersejarah bagi sepak bola Paraguay,” ujar pelatih Paraguay seusai pertandingan. “Kami datang ke sini sebagai underdog, tetapi kami memiliki mimpi besar. Orlando [Gill] adalah pahlawan kami malam ini.”

Kemenangan ini mengantarkan Paraguay melaju ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak 2010. Mereka akan menunggu pemenang pertandingan antara Prancis dan Swedia yang akan bertanding pada Rabu dini hari WIB.

Sementara itu, bagi Jerman, ini adalah kekalahan kedua mereka melalui adu penalti di turnamen besar setelah final Kejuaraan Eropa 1976 melawan Cekoslowakia. “Der Panzer” harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal, sebuah hasil yang pasti akan menjadi sorotan utama dan bahan evaluasi besar bagi sepak bola Jerman.

Di tengah hiruk-pikuk selebrasi pemain Paraguay yang berlarian di atas rumput Stadion Gillette, satu hal menjadi jelas: Piala Dunia 2026 baru saja mencatatkan salah satu kejutan terbesarnya. (FD)

#Adu Penalti#Hasil Pertandingan#Jerman#Kejutan#kitamedandotcom#Paraguay#Piala Dunia 2026sepak bola