MEXICO CITY, STADION AZTECA — Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim dari benua Amerika dengan cerita perjalanan yang sangat berbeda.
Meksiko, salah satu tuan rumah, datang dengan rekor sempurna dan kepercayaan diri melangit. Ekuador? Mereka adalah tim yang nyaris tersingkir, tetapi justru bangkit dengan cara paling dramatis: mengalahkan Jerman.
El Tri menjadi satu-satunya tim di Piala Dunia 2026 selain dua finalis edisi 2022 yang menyapu bersih fase grup dengan tiga kemenangan dan tanpa kebobolan satu gol pun.
Mereka mencetak enam gol dan menjaga clean sheet sempurna sepanjang fase grup catatan yang belum pernah mereka raih sejak 1986, saat terakhir kali menjadi tuan rumah.
Di bawah asuhan Javier Aguirre, Meksiko juga sedang menikmati tren positif: tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir dan hanya kebobolan dua gol selama periode tersebut.
Kisah Ekuador adalah kebalikannya. La Tri memulai fase grup dengan kekalahan 0-1 dari Pantai Gading dan hasil imbang 0-0 melawan Curaçao.
Mereka nyaris tersingkir, tetapi pada laga pamungkas, Ekuador menciptakan salah satu kejutan terbesar turnamen: membalikkan keadaan dan mengalahkan Jerman 2-1 setelah tertinggal lebih dulu.
Baca Juga : Meksiko Gulung Ceko 3-0, Sapu Bersih Grup A Piala Dunia 2026
Kemenangan itu membawa Ekuador lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik sekaligus mengakhiri penantian 20 tahun untuk kembali ke babak knockout Piala Dunia.
Mereka menjadi tim kedua di abad ini yang lolos ke fase gugur tanpa mencetak gol dalam dua pertandingan grup pertama mereka.
Bermain di Stadion Azteca adalah keuntungan besar bagi Meksiko. Sejak 1966, El Tri hanya dua kali kalah dalam pertandingan resmi di stadion ini dan belum pernah menelan kekalahan dalam 24 laga kandang terakhir.
Lebih dari 80 ribu suporter akan memadati stadion untuk memberikan tekanan luar biasa bagi Ekuador.
Secara historis, Meksiko juga unggul telak. Dari 28 pertemuan, El Tri meraih 17 kemenangan, 7 imbang, dan hanya 4 kekalahan. Pada satu-satunya pertemuan di Piala Dunia (2002), Meksiko menang 2-1.
Namun, tiga pertemuan terakhir kedua tim justru berakhir imbang: 1-1 (2025), 0-0 (Copa America 2024), dan 0-0 (2022). Ekuador terbukti tidak lagi mudah dikalahkan.
Meksiko mengandalkan organisasi pertahanan yang solid di bawah filosofi pragmatis Aguirre. “Yang terpenting adalah meraih kemenangan, apa pun caranya,” tegas sang pelatih. Mereka juga unggul dalam hal waktu pemulihan satu hari lebih lama dibanding Ekuador.
Ekuador memiliki kualitas individu yang mumpuni, dengan lini tengah yang dipimpin Moisés Caicedo dan duet Enner Valencia bersama Gonzalo Plata di lini depan. Pelatih Sebastián Beccacece dikenal dengan gaya intensitas tinggi, pressing ketat, dan agresif dalam duel satu lawan satu.
Prediksi Susunan Pemain
Meksiko (4-3-3):
Raúl Rangel; Jesús Gallardo, Johan Vásquez, César Montes, Israel Reyes; Erik Lira, Álvaro Fidalgo, Gilberto Mora; Roberto Alvarado, Raúl Jiménez, Julián Quiñones.
Ekuador (4-4-2):
Héctor Galíndez; Piero Hincapié, Willian Pacho, Joel Ordóñez, Alan Franco; Nilson Angulo, Moisés Caicedo, Pedro Vite, John Yeboah; Enner Valencia, Gonzalo Plata.
Prediksi Skor
Opta supercomputer memberikan Meksiko peluang menang 46,4% dalam 90 menit, sementara Ekuador hanya 24,4%.
Pertandingan diprediksi berjalan ketat hingga menit akhir. Meksiko diunggulkan berkat performa impresif dan dukungan penuh publik Azteca, tetapi Ekuador telah membuktikan mampu menjungkalkan lawan yang lebih diunggulkan.
Prediksi: Meksiko 1-0 Ekuador
Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar menghadapi pemenang antara Inggris vs Republik Demokratik Kongo. (FD)