Bupati Anton: KEK Sei Mangkei Harus Buka Lapangan Kerja dan Perkuat UMKM

427

SIMALUNGUN – Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei harus mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat serta pelaku UMKM lokal.

Hal itu disampaikan Anton saat menghadiri peresmian Pengembangan Operasional Produksi PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Marvel 3 Hall, KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Rabu (26/8/2026).

Peresmian dilakukan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Direktur Utama PTPN IV Jatmiko Krisna Santosa, dan Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen.

Turut hadir Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, unsur Forkopimda Sumatera Utara dan Simalungun, pimpinan BUMN, investor, serta sejumlah pemangku kepentingan di kawasan KEK Sei Mangkei.

Anton mengatakan keberadaan KEK Sei Mangkei menjadi peluang besar bagi Kabupaten Simalungun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi dan pengembangan industri hilir.

“Keberadaan KEK Sei Mangkei harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Simalungun. Kita berharap investasi yang terus berkembang di kawasan ini dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memberikan peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha dan UMKM lokal,” ujar Anton.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: Groundbreaking Hilirisasi PTPN IV di KEK Sei Mangkei, Bupati Simalungun Dorong Ekonomi

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Surya membacakan sambutan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk atau tingginya volume produksi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika investasi mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap pengembangan operasional ini semakin membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, memperkuat kompetensi sumber daya manusia kita, serta memperluas kemitraan dengan UMKM,” ujar Surya.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan pemerintah terus memperkuat infrastruktur pendukung guna menjamin keberlanjutan investasi di KEK Sei Mangkei. Salah satunya melalui pembangunan jaringan pipa gas Dumai–Sei Mangkei dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat pasokan listrik berbasis energi terbarukan melalui PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW, PLTA Asahan 3 berkapasitas 150 MW, serta pengembangan energi panas bumi di Sumatera Utara.

“Dengan ketersediaan gas, listrik terbarukan, dan bahan baku yang cukup di dalam satu ekosistem KEK Sei Mangkei, daya saing produk industri kita di pasaran global akan menjadi sangat tinggi,” kata Yuliot.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengungkapkan hingga pertengahan 2026, KEK Sei Mangkei telah menarik investasi senilai US$1,87 miliar dari 29 pelaku usaha dan menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja.

PT UOI menjadi salah satu kontributor utama di kawasan tersebut. Pada semester I 2026, perusahaan itu mencatatkan nilai ekspor sebesar US$403 juta atau lebih dari separuh total ekspor KEK Sei Mangkei yang mencapai US$778 juta.

Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen mengatakan fasilitas operasional UOI diproyeksikan mampu mengirim hingga 600.000 ton produk oleokimia ke lebih dari 30 negara dengan potensi nilai ekspor mencapai US$800 juta.

Pengembangan operasional PT UOI diharapkan semakin memperkuat posisi KEK Sei Mangkei sebagai pusat hilirisasi industri, investasi, dan penciptaan lapangan kerja di Sumatera Utara. (RS)