MEDAN – Libur sekolah musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dan sekolah. Curah hujan tinggi yang disertai potensi banjir dan longsor membuat aktivitas anak di luar rumah perlu dibatasi demi keselamatan.
Sejumlah wilayah di Indonesia masih berada dalam kondisi cuaca ekstrem selama libur sekolah musim hujan, sehingga orang tua diminta lebih selektif memilih kegiatan anak.
Aktivitas di dalam rumah dinilai sebagai pilihan paling aman untuk menghindari risiko kecelakaan akibat hujan lebat.
Pakar pendidikan menyebutkan, libur sekolah musim hujan tetap dapat dimanfaatkan secara produktif dengan kegiatan edukatif, seperti membaca buku, mengikuti kelas daring, menonton tayangan pembelajaran, hingga mengembangkan keterampilan kreatif anak.
Selain kegiatan belajar, orang tua juga disarankan melibatkan anak dalam aktivitas rumah tangga sederhana selama libur sekolah musim hujan, seperti memasak, merapikan rumah, atau membuat kerajinan tangan.
Kegiatan ini dinilai mampu melatih kemandirian sekaligus mempererat hubungan keluarga.
Di wilayah rawan bencana, pemerintah daerah dan pihak sekolah mengimbau agar anak-anak tidak bermain di lokasi berisiko, seperti genangan air, bantaran sungai, atau daerah lereng selama libur sekolah musim hujan berlangsung.
Sekolah juga mulai menerapkan tugas ringan berbasis literasi dan proyek rumah sebagai pengisi waktu selama libur sekolah musim hujan, tanpa menambah beban akademik siswa.
Orang tua diingatkan untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi dan memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya menjaga keselamatan di musim penghujan.
Dengan pengawasan yang tepat dan pilihan aktivitas yang aman, libur sekolah musim hujan tetap dapat menjadi momen bermanfaat, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak.(RS)