Harapan Baru bagi Korban Bencana : Groundbreaking Hunian Tetap Resmi Dimulai di Sumatera Utara
TAPANULI TENGAH – Di tengah upaya pemulihan pasca bencana banjir bandang dan longsor dahsyat yang melanda Sumatra pada akhir November 2025 – yang merenggut ratusan nyawa dan merusak ribuan rumah di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat – kabar gembira datang hari ini.
Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) untuk ribuan korban secara resmi dimulai melalui acara groundbreaking di Kawasan Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah.
Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya. Mereka menyaksikan peletakan batu pertama sebagai simbol komitmen negara untuk segera mengakhiri masa sulit para pengungsi.
Pada tahap awal, Kementerian PKP akan membangun 648 unit huntap di Sumatera Utara, dengan rincian 200 unit di Sibolga (lokasi: Area GOR Olahraga Sibolga), 118 unit di Tapanuli Tengah (Kawasan Asrama Haji Pinangsori), 103 unit di Tapanuli Utara (Desa Sibalanga), 227 unit di Tapanuli Selatan (Kebun Hapesong PTPN IV).
Target penyelesaian awal 2026, agar para korban banjir dan longsor bisa segera menempati rumah baru yang aman dan layak.
Wagub Sumut Surya menyampaikan harapan besarnya semua berdoa agar pembangunan ini tepat waktu, sehingga saudara-saudara kita yang masih mengungsi bisa kembali ke kehidupan normal.
Pemprov Sumut mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PKP, Mendagri, TNI, Polri, BNPB, swasta, ormas, serta masyarakat yang bahu-membahu. Presiden terus memantau langsung pemulihan ini – mari kita bersabar dan berpartisipasi aktif!
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menekankan semangat gotong royong. Kata dia negara hadir penuh! Presiden mengerahkan semua kekuatan – koordinasi, tenaga, dan dana. Kita harus bekerja lebih cepat dari biasanya untuk membantu rakyat bangkit kembali.
Sementara Mendagri Tito Karnavian menjamin bantuan menyeluruh. Semua rumah rusak – ringan, sedang, maupun berat – akan dibantu. Khusus yang hilang total, kita bangun huntap tanpa beban biaya bagi korban.
Lebih luas lagi, total huntap untuk korban bencana di Sumatra (termasuk Aceh dan Sumbar) mencapai lebih dari 2.600 unit, didanai sepenuhnya dari CSR tanpa membebani APBN/APBD. Kontribusi terbesar datang dari Yayasan Buddha Tzu Chi (lebih dari 2.000 unit) serta inisiatif pribadi Menteri Maruarar Sirait.
Ini adalah langkah nyata pemulihan pasca tragedi hidrometeorologi yang menguji ketangguhan bangsa. Semoga hunian baru ini menjadi simbol harapan dan kebangkitan bagi ribuan keluarga yang terdampak. (Rel)