Bobby Nasution Singgung Batubara Tak Hadir di Pembukaan MTQ Sumut: “Semoga Masih Bagian dari Sumut”

16

MEDAN – Senyum Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, terasa menyimpan makna lebih saat ia melontarkan harapan agar Kabupaten Batubara “masih menjadi bagian dari Sumut”.

Ucapan itu keluar menyusul ketidakhadiran kontingen Batubara pada pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumut di Lapangan Astaka, Senin (16/6/2025) malam.

Dalam parade defile yang meriah, semua kabupaten/kota berbaris gagah. Tapi satu kursi kosong Batubara. Bobby mengaku awalnya tak tahu.

“Saya belum dapat info. Batubara tidak mengirim ya?” ujarnya singkat. Namun ironi makin terasa ketika ia menyebut fakta mengejutkan daerah dengan mayoritas nonmuslim justru hadir.

“Nias mengirim. Kita tahu Nias mayoritas non muslim. Minoritas justru mengirim. Kemudian Toba, Tapanuli Utara walaupun sedikit kontingen tetap ngirim,” tegas Bobby.

Baca Juga : MTQ ke-40 Sumut Resmi Dibuka! Bobby Nasution: Jadikan Alquran Spirit Pembangunan Demi Sumut Berkah

Ia lalu tersenyum dan melontarkan kalimat yang kini ramai diperbincangkan. “Batubara gak tahu saya, masih provinsi Sumatera Utara mudah-mudahan.”

Sebuah sindiran halus? Atau sekadar harapan? Netizen langsung ramai. Tagar #BatubaraMasihSumut sempat trending di X.

Panitia Buka Suara: Mereka Sudah Daftar, Tapi Tak Muncul

Ketua Panitia MTQ ke-40 sekaligus Ketua Harian LPTQ Sumut, Muhammad Yasir Tanjung, memberikan klarifikasi. “Kemarin saya ditanya Pak Gubernur, saya bilang mereka sudah daftar,” ujarnya, Selasa (16/6/2026) pagi.

Yasir memastikan panitia sudah mengimbau semua kontingen untuk hadir dalam defile. Bahkan nama Kabupaten Batubara sudah disebut saat prosesi. Tapi saat dipanggil, tak satu pun peserta terlihat.

“Kami tidak monitor apakah mereka datang atau tidak. Tapi panitia sudah mewajibkan semua datang. Kami sudah komunikasi dengan Bupati Batubara, Baharuddin Siagian. Beliau konfirmasi bahwa peserta sudah dikirim,” paparnya.

Lalu ke mana mereka? Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Batubara. Isu logistik, koordinasi, atau protes simbolis? Publik menanti.

MTQ bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an. Ia juga simbol kebersamaan di tengah keberagaman Sumut—yang penduduknya Muslim dan nonmuslim. Ketidakhadiran Batubara menjadi catatan.

Namun seperti harapan Bobby Nasution semoga semua masih bersaudara dalam satu provinsi. Karena di panggung akbar itu, yang tampak bukan sekadar kostum dan bendera, tapi hati yang rindu pada harmoni.

Pantau terus update MTQ Sumut 2026 hanya di portal www.kitamedan.com. Bagikan artikel ini jika Anda ingin tahu kelanjutan klarifikasi dari Pemkab Batubara! (Rel)