Mengintip 10 Rekor Piala Dunia yang Mustahil Dipecahkan, Ada yang dari 1930!

121

MEDAN – Piala Dunia 2026 telah bergulir. Ajang empat tahunan terbesar di planet ini kembali menjadi panggung bagi para mega bintang dunia.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo—dua nama yang telah mendominasi sepak bola selama dua dekade—kembali memimpin pasukan masing-masing dalam misi terakhir mereka meraih glory.

Bagi Messi, ini adalah kesempatan untuk melampaui sang idola sekaligus mantan pelatihnya, Diego Maradona. La Pulga telah menyamai Maradona dengan satu gelar Piala Dunia (1986 dan 2022). Satu trofi lagi di Amerika Utara akan mengangkat Messi ke level yang bahkan Maradona pun belum pernah raih.

Sementara bagi Ronaldo yang kini menginjak usia 40 tahun, Piala Dunia adalah satu-satunya mahkota yang belum pernah ia sentuh sepanjang karier legendarisnya. Ini benar-benar momen terakhir baginya.

Namun di tengah hiruk-pikuk perburuan rekor baru oleh para superstar modern, ada sejumlah pencapaian yang justru tampak sulit bahkan mustahil untuk dipecahkan.

Baca Juga : Gila! Dua Kali Unggul, Selandia Baru Dipaksa Rungkad 2-2

Rekor-rekor ini bukan sekadar angka mereka adalah fragmen sejarah yang membeku dalam waktu, saksi bisu dari era ketika sepak bola dimainkan dengan cara yang sangat berbeda.

Dirangkum dari Football365 dan berbagai sumber FIFA, berikut 10 rekor Piala Dunia yang diprediksi tak akan pernah terpecahkan:

1. Tiga Gelar Piala Dunia: Milik Pele Selamanya

Hingga saat ini, hanya satu nama yang tercatat sebagai pemain dengan gelar Piala Dunia terbanyak: Pele. Sang Raja sepak bola Brasil memenangkan trofi bergengsi itu pada 1958, 1962, dan 1970.

Yang membuat rekor ini nyaris mustahil dipecahkan adalah kombinasi faktor usia, ketahanan fisik, dan dominasi tim. Seorang pemain harus tampil di puncak selama minimal 12 tahun—seperti Pele—dan timnya harus mendominasi setidaknya tiga edisi Piala Dunia. Di era persaingan yang semakin ketat seperti sekarang, skenario itu hampir tidak terbayangkan.

2. 13 Gol dalam Satu Edisi: Rekor Abadi Just Fontaine

Just Fontaine, striker legendaris Prancis, mencetak 13 gol hanya dalam 6 pertandingan di Piala Dunia 1958. Ia mencetak hat-trick melawan Paraguay, dua gol melawan Irlandia Utara, satu gol melawan Brasil, dan empat gol—ya, empat gol!—di perebutan tempat ketiga melawan Jerman Barat.

Yang membuat rekor ini semakin gila 1958 adalah satu-satunya Piala Dunia yang diikuti Fontaine. Ia bahkan meminjam sepatu dari rekan setimnya setelah sepatunya rusak!

Di era di mana jumlah pertandingan just bertambah, bukan berkurang, mencetak 13 gol dalam satu turnamen tetap terasa seperti mimpi.

3. Empat Gol dalam Kekalahan: Tragedi Epik Ernst Wilimowski

Ernst Wilimowski mencetak 4 gol untuk Polandia dalam pertandingan Piala Dunia 1938 melawan Brasil. Namun Polandia tetap kalah 5-6 setelah perpanjangan waktu.

Bayangkan mencetak empat gol dalam satu pertandingan Piala Dunia dan tetap kalah. Rekor ini bertahan hampir seabad dan tampaknya akan selamanya menjadi anomali statistik. Kylian Mbappe nyaris menyamainya di final 2022 dengan hat-trick—tapi tetap satu gol kurang.

4. Pencetak Gol Tertua: Roger Milla yang Abadi

Roger Milla, legenda Kamerun, menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah Piala Dunia pada usia 42 tahun 39 hari—di Piala Dunia 1994 melawan Rusia.

Fakta menarik Milla sebenarnya memecahkan rekornya sendiri. Empat tahun sebelumnya, di Italia 1990, ia mencetak gol pada usia 38 tahun. Kemudian di usia 42, ia kembali mencetak gol hanya untuk memastikan rekor itu benar-benar aman.

Dengan tuntutan fisik sepak bola modern yang semakin berat, sangat sulit membayangkan pemain berusia di atas 42 tahun tidak hanya tampil, tetapi juga mencetak gol di Piala Dunia.

5. Pemain Tertua yang Tampil: Kiper Mesir yang Legendaris

Essam El-Hadary, kiper Mesir, menjadi pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia pada usia 45 tahun 161 hari di Piala Dunia 2018 melawan Arab Saudi.

Lebih luar biasa lagi, di pertandingan itu ia menyelamatkan penalti. Ya, seorang kiper berusia 45 tahun tidak hanya bermain di Piala Dunia, tetapi juga menggagalkan tendangan 12 pas!

El-Hadary dijuluki “The High Dam” (Bendungan Tinggi) sesuai dengan namanya dan kemampuannya membendung serangan. Rekor ini sangat berat untuk dipecahkan mengingat usia pensiun rata-rata pemain top saat ini.

6. Tiga Negara Berbeda: Dejan Stankovic yang Unik

Dejan Stankovic adalah satu-satunya pemain yang tampil di Piala Dunia untuk tiga negara berbeda: Yugoslavia (1998), Serbia dan Montenegro (2006), serta Serbia (2010).

Rekor ini tidak akan pernah terulang karena Yugoslavia telah bubar, dan FIFA kini memiliki aturan ketat tentang pergantian kewarganegaraan pemain.

7. Final untuk Dua Negara: Luis Monti yang Kontroversial

Luis Monti tampil di final Piala Dunia bersama Argentina pada 1930 (kalah), dan kemudian memenangkan final bersama Italia pada 1934.

Di era sekarang, seorang pemain tidak bisa membela dua negara berbeda di Piala Dunia apalagi tampil di final untuk keduanya. Rekor ini adalah peninggalan dari masa-masa awal sepak bola internasional yang kacau.

8. Enam Edisi sebagai Pelatih: Carlos Alberto Parreira

Carlos Alberto Parreira memegang rekor sebagai pelatih dengan penampilan Piala Dunia terbanyak: 6 edisi. Ia menangani Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Brasil—termasuk mengantar Selecao menjadi juara pada 1994.

Dengan tekanan luar biasa yang dihadapi pelatih tim nasional saat ini, sangat sulit membayangkan ada pelatih yang bisa bertahan selama 6 edisi Piala Dunia.

9. Tiga Kartu Kuning dalam Satu Pertandingan: Kesalahan Wasit yang Legendaris

Wasit Inggris Graham Poll mencatat momen paling aneh dalam sejarah Piala Dunia 2006 ia memberikan tiga kartu kuning kepada Josip Simunic sebelum akhirnya mengusirnya dari lapangan.

Poll kemudian mengakui kesalahannya dan rekor ini tidak akan pernah terulang karena wasit sekarang lebih berhati-hati dan aturan kartu sudah sangat jelas.

10. 300 Penonton: Rekor Sepi yang Tak Terbayangkan

Pertandingan antara Romania dan Peru pada Piala Dunia 1930 di Montevideo hanya disaksikan sekitar 300 penonton angka resmi bahkan menyebut 2.459, tetapi sejarawan sepakat bahwa jumlah sebenarnya sekitar 300.

Piala Dunia, turnamen terbesar di dunia, hanya ditonton 300 orang. Di era di mana setiap pertandingan Piala Dunia disiarkan ke miliaran pemirsa di seluruh dunia, rekor ini selamanya akan menjadi kenangan dari masa-masa awal sepak bola.

Piala Dunia 2026 mungkin akan melahirkan rekor-rekor baru—Messi, Ronaldo, dan Mbappe siap menorehkan sejarah. Tapi sepuluh rekor di atas?

Mereka adalah peninggalan sejarah yang abadi, saksi dari era ketika sepak bola masih liar, tak terduga, dan penuh kejutan. Dan mungkin, justru itulah yang membuat mereka begitu istimewa. (Red)