Setelah Perancis dan Kanada, Inggris Resmi Deklarasikan Dukungan untuk Palestina, Apa Dampaknya bagi Konflik Israel-Gaza?

149

JAKARTA – Dalam langkah mengejutkan yang bisa mengubah dinamika politik Timur Tengah, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan niat negaranya untuk mengakui kedaulatan Palestina.

Pernyataan ini disampaikan setelah tekanan besar dari Partai Buruh dan desakan publik global untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Latar Belakang: Inggris Ikuti Jejak Prancis dan Kanada
Hanya sehari setelah Prancis secara resmi mendeklarasikan pengakuan terhadap Palestina, Starmer menyatakan bahwa Inggris tidak ingin ketinggalan dalam mendorong solusi dua negara.

Langkah ini sejalan dengan Spanyol, Norwegia, dan Irlandia yang telah lebih dulu mengambil sikap serupa di tahun 2024.

“Pengakuan Palestina bukan sekadar simbolis, tapi bagian dari solusi nyata untuk perdamaian,” tegas Starmer dalam pernyataan video di X (Twitter).

Reaksi Dunia: Israel Murka, AS Berang, Dunia Arab Apresiasi
Keputusan Inggris ini langsung memicu reaksi keras:
– Israel menyebutnya sebagai “hadiah untuk terorisme”.
– AS masih bersikap hati-hati, meski sebelumnya mengecam langkah Prancis.
– Negara-negara Arab seperti Arab Saudi dan Mesir memberi apresiasi, menyebut ini sebagai kemenangan diplomasi Palestina.

Tekanan Internal: 220 Anggota Parlemen Desak Starmer Bertindak Cepat
Meski Starmer berjanji fokus pada “solusi praktis”, lebih dari 220 anggota parlemen Inggris—sebagian besar dari Partai Buruh—mendesaknya untuk segera realisasikan pengakuan tanpa menunggu proses panjang.

Apa Artinya bagi Masa Depan Palestina?
Dengan dukungan Inggris, Palestina semakin dekat dengan legitimasi internasional. Namun, tantangan masih besar. Israel tetap menolak solusi dua negara. AS dan sekutu Barat masih terpecah. Krisis Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (CNN)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com