Binjai Sambut Akhir Tahun dengan Bijak: Tanpa Pesta Seremonial, Prioritas Keamanan dan Bantuan untuk Warga
BINJAI – Di tengah situasi pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara, Pemerintah Kota Binjai mengambil langkah tegas dan bijaksana membatalkan semua kegiatan seremonial serta hiburan massal untuk menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026.
Kebijakan ini sejalan dengan edaran Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution serta arahan langsung Wali Kota Binjai Amir Hamzah, yang menekankan empati dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berduka.
Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi (akrab disapa Jiji), menegaskan bahwa keputusan ini bukan untuk meredupkan semangat perayaan, melainkan justru memperkuat makna pergantian tahun dengan fokus pada hal-hal yang benar-benar esensial.
“Kami sepakat tidak menggelar kegiatan hura-hura atau seremonial. Prioritas utama adalah menjamin keamanan, kenyamanan, dan ibadah masyarakat berjalan lancar serta tenang,” ujar Jiji belum lama ini.
Pemko Binjai mengalihkan seluruh energi ke kesiapsiagaan pengamanan, termasuk penguatan pengawasan lalu lintas untuk mencegah kemacetan jelang Nataru, penjagaan ketat di tempat-tempat ibadah, terutama gereja dan masjid antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Langkah ini mirip dengan kebijakan serupa di berbagai kota lain di Indonesia, seperti Medan, Jakarta, Denpasar, dan Makassar, yang juga membatasi atau membatalkan perayaan besar-besaran sebagai bentuk solidaritas nasional atas bencana alam yang baru saja terjadi.
Selain keamanan, Pemko Binjai juga mempercepat penyaluran Bantuan Presiden yang telah diterima sebelumnya. Bantuan ini—yang mencakup logistik pascabencana seperti paket sembako dan kebutuhan pokok—diprioritaskan agar tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga langsung dirasakan manfaatnya oleh warga yang paling membutuhkan, khususnya korban banjir di beberapa kelurahan.
“Kami ingin kehadiran pemerintah benar-benar nyata di saat masyarakat membutuhkan. Bantuan ini harus segera sampai ke tangan mereka, sebagai wujud kepedulian bersama,” tutup Jiji.
Kebijakan ini diharapkan menciptakan suasana akhir tahun yang aman, damai, dan penuh makna bagi seluruh warga Binjai. Mari sambut 2026 dengan doa, refleksi, dan gotong royong! (Rel)