Bobby Nasution Sentil PLN: Program Makan Gratis Ubah Peta Sekolah Favorit, Listrik Padam Bikin Trauma

97

DELISERDANG – Sebuah fenomena menarik sekaligus mengejutkan diungkap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusata ternyata telah mengubah total peta sekolah favorit di daerahnya. Di sisi lain, ia kembali melontarkan kritik pedas kepada PLN atas pemadaman listrik yang masih kerap terjadi.

Dalam acara pelantikan DPW dan DPD PAN se-Sumut di Gedung IKM, Deliserdang, Minggu (14/6/2026), Bobby membeberkan laporan dari para bupati dan wali kota. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kali ini menunjukkan pergeseran drastis.

“Peminat paling banyak justru sekolah yang sudah menjalankan MBG, bukan sekolah favorit negeri seperti dulu,” tegas Bobby.

Dulu, sekolah favorit identik dengan peluang besar masuk PTN ternama. Kini, program MBG menjadi faktor penentu utama pilihan orang tua.

Mereka rela memilih sekolah “biasa” asal anaknya mendapat jaminan gizi gratis. Bobby menegaskan bahwa di Sumut, MBG bukan sekadar isu, tapi kebutuhan krusial yang manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak.

“Mungkin isu di Jakarta beda, tapi di Sumut MBG sangat diperlukan,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Baca Juga : Blackout Medan 24+ Jam! DPRD Minta PLN Bayar Kompensasi Kerugian Pelanggan – Ini Kata PKS

Tak hanya menyoroti MBG, Bobby juga “menyentil” PT PLN di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Insiden pemadaman listrik sesaat sebelum acara dimulai menjadi pemicunya.

“Saya lihat wajah yang hadir ada yang biasa saja, ada yang trauma. Yang biasa mungkin sudah paham, yang lain cemas karena trauma listrik padam,” sindir Bobby.

Dampaknya lebih parah dari yang dibayangkan. Bobby melaporkan bahwa pemadaman bergantian sempat melumpuhkan pengolahan air bersih di sejumlah wilayah. Mesin pengolahan air rusak karena mati-hidupnya listrik secara tidak stabil.

“Mixer kami rusak, mesin pengolahan air rusak. Bagaimana tidak? Listrik hidup dan mati terus. Kami minta kompensasi berupa potongan tagihan atau pembebasan biaya listrik,” desak Bobby.

Ia berharap Zulhas yang juga kader PAN bisa membawa masalah ini ke tingkat pusat. “Kalau Pak Ketum bicara soal ini dengan PLN, saya pikir selesai,” pungkasnya.

Zulkifli Hasan yang hadir langsung merespons positif. Ia menegaskan PAN lahir dari semangat reformasi dan akan terus mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. Zulhas optimis koalisi PAN-Gerindra menjadi kekuatan besar Sumut di Pemilu 2029.

“Jadilah seperti matahari, selalu menyinari dan tidak pernah ingkar janji. PAN harus selalu hadir untuk rakyat,” pesan Zulhas.

Sementara Bobby, meski masih berstatus kader Gerindra, mengaku tak segan sekomando dengan Zulhas yang ia sebut sebagai “guru politiknya”.

MBG telah mengubah preferensi pendidikan masyarakat Sumut, sekaligus menjadi tamparan halus bagi sekolah favorit lama. Sementara itu, keluhan klasik listrik padam kembali mengemuka, menuntut PLN segera bertindak nyata, bukan sekadar janji. (Rel)