Bukan Sekadar Rias Wajah Biasa! Lomba Make Up Buta Ala ASN Medan ini Bikin Ngakak sekaligus Haru

254

MEDAN – Tawa pecah di kawasan Taman Cadika, Sabtu (22/8/2026). Bukan karena lawakan, melainkan aksi puluhan aparatur sipil negara (ASN) yang nekat merias wajah rekan kerjanya dengan mata tertutup rapat!

Lomba “Make Up Buta” ini menjadi primadona dalam Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI ke-81 yang digelar Pemko Medan.

Sebanyak 52 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan se-Kota Medan bertanding dalam format unik: satu perias, satu model, keduanya perempuan—sang perias sama sekali tak boleh membuka mata selama proses merias!

Hasilnya? Riasan yang tak terduga. Bibir yang “berpetualang” ke pipi, alis yang “menggeliat” ke dahi, hingga blush on yang “menjelajah” ke dagu.

Namun di balik tawa, lomba ini menyimpan makna mendalam: menguji ingatan, insting, dan komunikasi antarrekan kerja. Tanpa bantuan visual, para perias hanya mengandalkan hafalan bentuk wajah model serta arahan verbal dari pasangannya.

Baca Juga : Ajang Buktikan Nyali! 128 ASN Medan Adu Bantai di Atas Danau, Wali Kota Sampai Ngakak

Meski mata tertutup, para peserta tak kehilangan gaya. Ada yang berbisik lirih meminta model menunduk, ada yang sibuk meraba-raba alis model dengan ujung jari, tak sedikit pula yang menahan tawa sambil berusaha serius menggoreskan pensil alis.

Setiap tim menerapkan strategi berbeda ada yang mengandalkan komunikasi intens, ada pula yang lebih mengutamakan ” feeling” semata.

Kemeriahan semakin lengkap dengan kehadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan, Airin Rico Waas, serta Plt Sekda Erfin Fahrurraz dan mantan Sekda Wiriya Alrahman berikut istri masing-masing.

Airin Rico Waas, yang duduk manis di kursi kehormatan, beberapa kali melontarkan celotehan spontan yang mengundang gelak tawa. “Wah, harusnya saya ikut lomba juga nih!” ujarnya sambil tersenyum lebar menikmati aksi para peserta.

Tak ketinggalan, Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas yang sebelumnya diketahui aktif mendorong sinergi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan menggandeng berbagai pihak untuk kemajuan Medan, turut mencoba salah satu permainan lain yaitu tenis meja, menunjukkan bahwa pemimpin Medan benar-benar hadir membangun kebersamaan dengan jajarannya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian, yang juga bertindak selaku koordinator lomba, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme peserta dan dukungan penuh dari pimpinan daerah.

Lomba ini menjadi bagian dari 13 jenis perlombaan dalam Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan—mulai dari futsal gembira memakai sarung, pidato POV Wali Kota, fashion show kemerdekaan, hingga balap karung memakai helm—yang semuanya dirancang untuk menguji kekompakan, kreativitas, dan sportivitas ASN Medan.

“Kebersamaan itu nilainya sangat tinggi. Alhamdulillah, hal tersebut berhasil kita capai bersama,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Medan, HM Sofyan, yang bertindak sebagai koordinator pelaksanaan.

Di tengah hiruk-pikuk lomba Agustusan yang itu-itu saja, inovasi make up buta ala ASN Medan ini membuktikan bahwa kreativitas tak mengenal batas—bahkan dengan mata tertutup sekalipun!

Bukan sekadar mencari pemenang, kegiatan yang digelar 22–23 Agustus 2026 ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kekompakan antarperangkat daerah se-Kota Medan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan nilai tertinggi dari seluruh cabang perlombaan.

Jadi, apakah lomba rias wajah dengan penutup mata ini akan menjadi tren baru Agustusan di tahun-tahun mendatang? Satu hal yang pasti: Medan kembali membuktikan bahwa semangat kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara yang seru, unik, dan penuh kebersamaan. (Rel)