Cegah Bencana Sejak Dini! Gubernur Sumut Sudah Beri Instruksi Khusus Sejak September
MEDAN – Dalam upaya antisipasi dampak cuaca ekstrem, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ternyata telah mengambil langkah proaktif jauh lebih awal. Sejak 16 September 2025, beliau telah mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh bupati dan walikota di Sumut untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Instruksi Gubernur Nomor 188.54/INST/2025 ini dilandasi prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Sumut, yang memperingatkan potensi curah hujan kategori sedang hingga tinggi pada periode September-November 2025.
Langkah-Langkah Strategis yang Diinstruksikan:
1. Koordinasi Intensif dengan BMKG untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi peringatan dini secara cepat.
2. Identifikasi Area Rawan Bencana, terutama daerah aliran sungai (DAS) dari hulu ke hilir, lereng, dan tebing yang berpotensi banjir dan tanah longsor.
3. Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat di kawasan berisiko tinggi.
4. Optimalisasi Peran BPBD sebagai koordinator penanggulangan bencana di daerah.
5. Penyiapan Infrastruktur Darurat, termasuk jalur evakuasi dan tempat pengungsian yang aman.
6. Penyusunan Rencana Kontinjensi (rencana darurat) untuk menghadapi bencana hidrometeorologi basah.
7. Koordinasi Berjenjang dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk mitigasi bencana.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur Bobby Nasution juga telah menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Banjir Bandang secara virtual bersama Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawati, pada 26 September 2025 lalu dari Kantor Camat Bahorok, Langkat.
Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk berpindah dari penanggulangan reaktif menuju paradigma pencegahan dan kesiapsiagaan yang lebih kuat, guna melindungi keselamatan dan aset masyarakat dari ancaman bencana alam. (Rel)