DARURAT UDARA MEDAN! 196 Ribu Warga Terkena ISPA, DPRD Desak Langkah Radikal: Sekolah Wajib Masker hingga Opsi Daring!

354

MEDAN — Sebuah alarm darurat telah berbunyi keras di Kota Medan. Bukan lagi sekadar kabut asap biasa, melainkan sebuah krisis kesehatan publik yang mengintai setiap hembusan napas warga.

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, SH, melontarkan peringatan tegas kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan bertindak sekarang, atau ratusan ribu jiwa terdampak lebih parah.

Situasi ini bukan isapan jempol. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menjadi bukti pahit yang tak terbantahkan.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 196.547 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melanda warga. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari ribuan keluarga yang menderita, anak-anak yang tak bisa belajar tenang, dan lansia yang rentan.

“BMKG sudah menyampaikan bahwa sebaran asap telah sampai ke Sumatera Utara. Kualitas udara kita kini masuk kategori ‘Tidak Sehat’. Ini bukan lagi warning, tapi sudah instruksi untuk bertindak. Kami minta Pemko Medan bergerak cepat, jangan menunggu angka melonjak lebih tinggi,” tegas Hadi Suhendra, politisi Golkar yang akrab disapa Suhendra itu, Jumat (18/9/2026).

Angka 196.547 kasus ISPA adalah puncak gunung es. Dr. Shereivia Faradillah, Kabid P2P Dinkes Medan, merinci bahwa balita menjadi kelompok paling rentan dengan 42.608 kasus, disusul usia dewasa (65.376), lansia (30.882), anak-anak (29.695), dan remaja (27.986). Ini menunjukkan bahwa polusi udara tidak pandang bulu, menyerang dari bayi hingga orang tua.

Baca Juga : Waspada! Kasus ISPA & Diare Melonjak Drastis Pasca Banjir Medan. DPRD Desak Dinkes Bergerak Proaktif!

Yang lebih mengkhawatirkan, 10 puskesmas di Medan mencatat beban terberat, mulai dari Puskesmas Helvetia, Desa Binjai, Kedai Durian, Simpang Limun, Amplas, PB Selayang II, Titipapan, Tegal Sari, Glugur Darat, hingga Medan Johor. Ini adalah peta merah penyebaran penyakit yang dipicu kualitas udara buruk.

Menghadapi kondisi ini, Hadi Suhendra tidak sekadar meminta sosialisasi. Ia mendesak langkah-langkah strategis dan berani yang jarang diambil sebelumnya:

1. Dinkes Medan: Jangan Hanya Diam!
· Sosialisasi Masif: Seluruh puskesmas dan perangkat kewilayahan harus aktif mengedukasi warga tentang cara melindungi diri, seperti mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker, dan menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).
· Siaga Rumah Sakit: Dinkes diminta memastikan seluruh rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, siap menerima lonjakan pasien ISPA. “Jangan ada lagi alasan kamar penuh. Ini situasi darurat, pelayanan harus maksimal,” tegasnya.
2. Disdikbud Medan: Lindungi Generasi Muda!
· SE Wajib Masker: Suhendra meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mewajibkan seluruh siswa menggunakan masker di sekolah.
· Opsi Belajar Daring: Lebih jauh, ia menyarankan agar siswa diliburkan sementara atau mengikuti pembelajaran jarak jauh (daring) jika kualitas udara semakin memburuk. “Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Jangan kompromi,” pungkasnya.

Kota Medan sedang menghadapi ujian kesehatan lingkungan. Langkah cepat dan terkoordinasi dari Dinkes dan Disdikbud, seperti yang didesak DPRD, akan menjadi penentu.

Masyarakat pun diimbau untuk proaktif melindungi diri dan keluarga. Jangan tunggu sesak napas menjadi penyakit menahun. Saatnya udara bersih menjadi hak, bukan kemewahan. (FD)