SIMALUNGUN – Geopark Kaldera Toba menunjukkan performa mengesankan pada hari pertama proses revalidasi UNESCO. Empat geosite yang dikunjungi tim asesor mendapat penilaian sangat positif, menandakan kesiapan Kaldera Toba mempertahankan status sebagai UNESCO Global Geopark.
Geosite yang Dikunjungi dan Tanggapan Asesor
Tim asesor UNESCO, Prof. Jose Brilha (Portugal) dan Dr. Jeon Yongmun (Korea Selatan), meninjau empat lokasi utama:
1. Geosite Sipinsur
2. Geosite Hutaginjang
3. Taman Eden 100
4. Geosite Sibaganding
Menurut Kadisbudparekraf Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan pengelolaan keempat geosite ini sudah baik dan mendapat apresiasi tinggi. Namun, masih diperlukan pendalaman aspek geologi di setiap lokasi.
“Dari Sipinsur hingga Geopark Information Centre (GIC), Alhamdulillah nilai yang didapat sangat bagus. Namun, kita masih perlu memperkuat pemahaman geologi di setiap geosite,” ujar Yuda di Parapat, Simalungun.
Masukan Berharga untuk Pengembangan Geopark
Asesor memberikan beberapa rekomendasi penting, termasuk:
✔ Perlindungan warisan geopark (formasi batuan, situs bersejarah, material geologi).
✔ Pariwisata sebagai bonus, fokus utama adalah pelestarian warisan alam.
“Inti geopark adalah menjaga warisan geologi untuk generasi mendatang. Pariwisata adalah bonus,” tegas Prof. Jose Brilha.
Agenda Revalidasi Selanjutnya
Tim asesor akan melanjutkan kunjungan ke:
📍 Samosir : Huta Sialagan, SMKN 1 Simanindo, Huta Raja, Sigulati.
📍 Karo : Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso, Tongging, Silalahi.
Yuda menegaskan bahwa Pemprov Sumut dan pemda terkait terus berbenah untuk meningkatkan pengelolaan Kaldera Toba.
“Kami belum sempurna, tapi terus berkomitmen memperbaiki diri. Revalidasi ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan,” tuturnya. (FD)