Hunian Tetap Jadi Prioritas Pemulihan, Korban Bencana Sumut Butuh Kepastian
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra) bersinergi untuk percepatan pemulihan pasca bencana.
Fokus utama kini bergeser dari tanggap darurat ke rehabilitasi, khususnya menyediakan hunian tetap bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pertemuan yang dipimpin Wakil Gubernur Sumut, Surya, dan Deputi Kemenkoinfra Ronny Ariuly Hutahayan di Posko Darurat Bencana Sumut, mengungkap skala kerusakan yang sangat parah.
Dampak Bencana yang Mencemaskan
Bencana yang melanda 14 kabupaten dan 5 kota ini telah merenggut 369 jiwa,melukai 926 orang, dengan 71 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 4.477 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi.
Enam wilayah terdampak terparah: Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, dan Langkat.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp18,37 triliun mencakup, Infrastruktur yakni 117 titik longsor di 25 ruas jalan, 6 jembatan rusak total (kerugian Rp880 miliar). Kemudian Sektor Produktif yakni pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan hancur dan perumahan yakni ribuan rumah rusak atau hanyut.
Fase Baru: Membangun Hunian yang Aman
Wagub Surya menyatakan, masa tanggap darurat akan berakhir 24 Desember mendatang. Bantuan logistik sejauh ini telah menyalurkan lebih dari 570 ton bahan pokok.
Menanggapi hal ini, Ronny Ariuly Hutahayan menegaskan komitmen pemerintah pusat. “Arahan kami fokus pada pembangunan kembali hunian. Prioritas utama menyiapkan tempat tinggal tetap yang layak bagi pengungsi,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan pentingnya lokasi yang aman dari bencana. Pemerintah daerah diminta segera mengusulkan lahan yang telah lalui kajian risiko ketat.
“Ini agar kejadian serupa tidak terulang. Hunian baru harus di zona aman,” tegas Ronny.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah kini dipercepat untuk mengembalikan kehidupan warga, dengan fondasi pertama: rumah yang aman dan tetap. (Rel)