HUT ke-81 RI, Hadi Suhendra: “Merdeka? Belum untuk Warga Medan Utara!”

209

MEDAN – Merdeka di usia ke-81 sudah seharusnya bukan sekadar seremoni tahunan dengan kibaran bendera dan lantunan lagu kebangsaan.

Namun, bagi masyarakat di Medan Utara, kemerdekaan masih terasa seperti fatamorgana terlihat dari kejauhan tapi tak pernah benar-benar tersentuh.

Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, Hadi Suhendra SH, justru melontarkan kritik tajam yang membangun.

Baginya, tema agung itu harus diterjemahkan dalam kebijakan nyata, bukan sekadar pajangan spanduk di sudut-sudut kota.

“Terkhusus untuk wilayah Medan Utara, kita berharap keadilan dan kemakmuran benar-benar dapat terwujud,” ujar Hadi Suhendra dalam pernyataannya, Senin (17/8/2026).

Namun, fakta di lapangan berkata lain. Sebagai wakil rakyat yang akrab dengan denyut nadi masyarakat Medan Belawan, Hadi mengungkapkan realitas pahit yang masih membelenggu wilayah utara Kota Medan.

Keadilan dan kemakmuran yang merupakan esensi dari kemerdekaan hingga kini masih menjadi barang langka bagi warga di kawasan tersebut.

Baca Juga : Beda dari Biasanya! Bobby Nasution Pimpin Upacara HUT RI ke-81 dari Tengah Lapangan, Ini Pesan Khusus untuk Nias

Hadi menyoroti bagaimana pembangunan di Kota Medan timpang dan tidak merata. Medan Utara terus tertinggal, bagaikan anak tiri yang terpinggirkan dari hiruk-pikuk kemajuan di wilayah lain.

Data dan fakta sosial menjadi bukti tak terbantahkan angka kemiskinan ekstrem yang masih tinggi, tingkat pengangguran terbuka yang tak kunjung surut, kasus gizi buruk (stunting) yang mengancam generasi penerus, hingga kawasan permukiman kumuh yang masih menghiasi pemandangan.

“Jangankan kemakmuran, kesejahteraan saja masih menjadi sesuatu yang belum didapatkan oleh sebagian besar masyarakat di Medan Utara,” tegasnya dengan nada prihatin.

Yang lebih mengkhawatirkan, tingginya angka kemiskinan di Medan Utara berbanding lurus dengan tingginya angka kriminalitas.

Hadi menyayangkan penanganan aksi kriminalitas yang acap kali dilakukan secara sporadis, tanpa menyentuh akar permasalahan yang sesungguhnya.

Menurutnya, solusi jangka panjang adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang layak, menyediakan rumah layak huni, dan memastikan pemerataan pembangunan.

“Bila seluruh masyarakat di Medan Utara bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, memiliki rumah layak huni, hingga merasakan pemerataan pembangunan, maka tentu tingginya angka kemiskinan di Medan Utara dapat terselesaikan dengan sendirinya. Saat angka kemiskinan menurun, maka angka kriminalitas juga pasti akan menurun,” jelasnya dengan logika yang sulit dibantah.

Di tengah keprihatinannya, Hadi Suhendra tetap menyelipkan optimisme dan ajakan untuk seluruh masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda di Medan Utara.

Ia mengajak untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dengan menghargai jasa para pahlawan serta ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Pesan paling keras disampaikannya kepada generasi muda hindari narkoba.

“Bila dulu para pejuang kemerdekaan siap berperang melawan penjajah, maka para generasi muda saat ini harus siap berperang melawan narkoba,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Pernyataan Hadi Suhendra menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali warga Medan Utara.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. (FD)