Kala CFD Jadi Panggung Tanpa Sekat: Rico Waas Berbaur dan Bersemangat Bersama Rakyatnya

105

MEDAN – Minggu pagi di kawasan Lapangan Merdeka, jantung Kota Medan, mendadak berubah menjadi lautan energi dan kebersamaan.

Bukan sekadar rutinitas Car Free Day (CFD) biasa, pagi itu (21/6/2026) terasa istimewa. Sejak fajar mulai menyingsing, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memilih mengisi akhir pekannya dengan cara yang paling membumi: berlari, bersenam, dan tertawa bersama warganya.

Dimulai sejak dini hari, orang nomor satu di Pemerintah Kota Medan itu mengawali aktivitasnya dengan joging. Namun, ia tak sendiri.

Rico Waas tampak didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Sofya, serta seluruh Camat se-Kota Medan. Rombongan ini bergerak melintasi ruas-ruas jalan kota, memulai langkah dari Rumah Dinas Wali Kota Medan dan terus melaju hingga ke kawasan Lapangan Merdeka.

Pagi itu, Lapangan Merdeka sedang ramai dipadati warga yang memanfaatkan CFD untuk berolahraga, bersepeda, sekadar jalan santai, atau menikmati berbagai atraksi komunitas.

Namun, begitu sosok Rico Waas tiba, suasana berubah. Kehadirannya langsung menyedot perhatian. Bukan dengan protokol yang kaku, Rico justru langsung masuk ke tengah kerumunan. Alih-alih beristirahat, ia segera bergabung dengan ratusan warga yang sedang mengikuti senam pagi.

Baca Juga : CFD Medan Bakal Tembus Istana Maimun & Masjid Raya? Ini Usulan Brilian dari DPRD

Ritme musik yang rancak berpadu dengan antusiasme warga yang kian membara. Kehadiran Rico Waas menjadi magnet tersendiri. Ia tak sekadar hadir, tapi benar-benar larut.

Mengenakan jaket olahraga hitam dan topi senada, ia bergerak mengikuti instruktur senam dengan penuh semangat, diselingi tawa dan canda.

Pengalaman serupa juga terlihat pada momen-momen sebelumnya di CFD. Rico Waas kerap tampil santai menyusuri kawasan CFD, menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga. Ia tak canggung berhenti untuk berswafoto, berjabat tangan, atau sekadar berbincang ringan.

Bahkan, dalam momen penuh keakraban, ia sempat menggendong seorang balita, menciptakan suasana hangat di tengah kerumunan.

Di sela-sela aktivitas, Rico Waas menyampaikan pesan penting di balik kebersamaan itu. Baginya, ini bukan sekadar gaya hidup atau ajang seremonial, melainkan fondasi untuk membangun Medan yang lebih baik.

“Kesehatan adalah modal kita untuk membangun kota ini. Melalui kegiatan lari dan senam pagi yang kita lakukan pagi ini, saya ingin mengajak seluruh warga Medan untuk gemar berolahraga dan konsisten menerapkan pola hidup sehat. Kalau warganya sehat, kotanya pasti jauh lebih produktif dan bahagia,” tegasnya.

Pernyataan ini selaras dengan komitmennya yang telah lama ia gaungkan. Ia bahkan bercita-cita menjadikan olahraga lari sebagai agenda tahunan untuk memperkenalkan Kota Medan. Tak hanya itu, ia juga aktif mendukung berbagai cabang olahraga, mulai dari futsal pelajar hingga Tarung Derajat, bela diri asli Indonesia yang ingin terus dikembangkan.

Warga pun merasakan kedekatan itu. Seorang warga Medan Barat, Ina (34), mengungkapkan kebanggaannya melihat langsung kebersamaan pemimpin kota bersama jajarannya.

“Jarang-jarang bisa lihat Wali Kota, Kapolrestabes, dan Dandim hadir bersama seperti ini. Terasa dekat dan kompak, kami jadi bangga,” ujarnya.

Hingga matahari mulai meninggi, antusiasme warga tak surut. Kegiatan CFD yang awalnya hanya ajang olahraga bertransformasi menjadi panggung kebersamaan yang mempererat ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui langkahnya yang membumi, Rico Waas menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan, melainkan seberapa dekat ia dengan rakyatnya.

Di Lapangan Merdeka pagi itu, ia membuktikan bahwa pemimpin dan warga bisa berlari dalam irama yang sama tanpa sekat, tanpa jarak, hanya kebersamaan yang tulus. (Rel)