Kecelakaan Maut di Medan, Nyawa Melayang Diduga Akibat ‘Setan Pukul Lima’ dan Hujan
MEDAN – Pagi yang basah oleh hujan di Jalan Gatot Subroto, Medan, berakhir tragis dengan nyawa seorang pengendara motor yang melayang.
Diduga akibat kombinasi mematikan antara kantuk dan jalanan licin, seorang pria berusia 42 tahun meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tunggal yang mengerikan, Sabtu (4/10/2025) dinihari.
Korban yang tewas di tempat kejadian diidentifikasi sebagai Muhammad Rizqo Akbar (42), warga Jalan Kemuning Raya Helvetia, Medan. Ia mengendarai motor Honda Beat (BK 6987 JAP) dari arah Simpang Ayahanda menuju Pajak Sikambing.
Kronologi Tragis di Tengah Hujan
Berdasarkan laporan sementara dari Kepolisian Sektor Medan Baru, kecelakaan ini diduga kuat diawali oleh human error. Rizqo diduga mengemudi terlalu ke kanan, kemudian menyentuh trotoar, sebelum akhirnya menabrak sebuah pohon di sisi jalan dengan hentakan yang sangat keras.
Akibat benturan dahsyat itu, ia mengalami luka parah di bagian kepala dan dinyatakan tewas di tempat kejadian.
Petugas dari Unit Lalu Lintas Polsek Medan Baru yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP. Sepeda motor korban diamankan dengan kondisi bodi samping bawah rusak parah, diperkirakan menelan kerugian materi sekitar Rp 300.000.
Jenazah Muhammad Rizqo Akbar kemudian dievakuasi menggunakan ambulans RS Bhayangkara untuk proses identifikasi dan autopsi lebih lanjut.
Peringatan Keras untuk Para Pengendara
Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendrik Fernandes Aritonang, menegaskan bahwa kasus ini kini ditangani penyidik Unit Laka Lantas. “Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini,” ujarnya.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit dan peringatan keras bagi seluruh pengendara. Berkendara dalam kondisi mengantuk—terutama di pagi buta atau “setan pukul lima”—yang diperparah dengan cuaca hujan, dapat menjadi kombinasi yang mematikan.
Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, memastikan kondisi tubuh benar-benar fit sebelum berkendara, dan mematuhi semua aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Laporan ini telah disampaikan kepada pimpinan Polda Sumatera Utara untuk diketahui. Informasi lebih lanjut akan diumumkan seiring dengan perkembangan penyelidikan. (FD)