Mangkrak Sejak 2025, Jalan Pesisir Belawan Sicanang ‘Dianaktirikan’? Bahrumsyah: Ini Darurat Keselamatan!

256

MEDAN – Deru mesin konstruksi yang sempat terdengar di kawasan pesisir Medan Belawan pada 2025 kini seolah lenyap ditelan debu.

Harapan warga akan akses jalan layak pupus sudah. Proyek pembangunan Jalan Sentosa Barat Lingkungan 20 dan Jalan Sicanang, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, mandek di tengah jalan.

Anggota DPRD Kota Medan, T. Bahrumsyah, menyoroti keras kemacetan proyek ini. “Pembangunan 2025 baru sebatas pemancangan tiang pancang. Sampai sekarang tak ada kelanjutan penimbunan dan pembetonan. Padahal kebutuhan masyarakat sangat mendesak,” ujarnya, kemarin.

Kondisi geografis kawasan pesisir memperparah keadaan. Genangan air pasang atau rob merendam badan jalan, membuatnya berlumut dan licin.

Bahrumsyah menegaskan ini bukan soal kenyamanan, melainkan darurat keselamatan.

Baca Juga : Derita Simalingkar B: Jalan Berlubang, Drainase Mampet, Lampu Mati – Wali Kota Rico Waas Didorong Turun Tangan!

“Sudah banyak warga yang jatuh. Anak-anak sekolah mempertaruhkan nyawa setiap hari melintasi jalan ini,” tegasnya.

Bahrumsyah mendesak Pemko Medan menjadikan kelanjutan proyek sebagai skala prioritas wajib dalam APBD 2026. Masyarakat telah menunggu terlalu lama.

Ia secara khusus mengundang Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk turun langsung ke lapangan. “Jangan hanya melihat laporan di atas kertas. Lihat langsung kondisi jalannya,” pintanya.

Bahrumsyah meminta perhatian serius Wali Kota Medan, Rico Waas. Ia mengingatkan jalan adalah urat nadi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga.

Ia juga mengingatkan konstruksi jalan pesisir harus direncanakan matang dan tahan terhadap rob serta tanah lunak. “Jangan sampai sudah dibangun, sebentar kemudian rusak lagi,” pungkasnya. (FD)