Medan Satu Data, Satu Visi: Eksekutif-Legislatif Siap Kejar Target Ekonomi 6,1 Persen di 2027

359

MEDAN – Di tengah deru optimisme pembangunan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Ketua DPRD Medan Wong Cun Sen menyatukan kompas strategi dalam Rapat Kerja (Raker) penyusunan program kerja 2027, di The Hill Hotel Resort Sibolangit, Minggu (2/8/2026).

Bukan sekadar forum tahunan, momen ini menjadi penanda babak baru sinergi eksekutif-legislatif yang lebih responsif, gesit, dan terbuka—bahkan hingga menyentuh saluran komunikasi pribadi.

“Yang penting menjadi barometer adalah capaian target peningkatan pertumbuhan ekonomi. Butuh kerja sama, bukan hanya DPRD dengan Pemko, tetapi dengan masyarakat. Pengembangan investasi sangat penting,” tegas Rico Waas di hadapan para legislator.

Target makro pun telah dipasang pertumbuhan ekonomi Kota Medan 2027 dibidik mencapai 5,7 hingga 6,1 persen. Angka ini bukan mimpi, mengingat realisasi investasi 2025 telah melonjak signifikan menjadi Rp14,5 triliun, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 tercatat meningkat dari Rp684 miliar menjadi Rp799 miliar.

Baca Juga : PRSU 2026 Tutup Usia Emas dengan Rp50 Miliar: Transformasi Ekonomi Sumut yang Mendunia

Rico Waas mengajak DPRD merancang langkah konkret mengoptimalkan seluruh potensi Medan—dari sektor UMKM yang terus didorong ekspor hingga ekonomi kreatif.

Kolaborasi harus diarahkan menjawab tiga persoalan mendasar: kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

“Mari kita maksimalkan semua potensi, sama-sama berkontribusi mengatasi masalah kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan,” ujarnya.

Bahkan, ia membuka ruang komunikasi langsung via WhatsApp dengan anggota DPRD untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat dari setiap dapil. “WA saya langsung, akan kami bantu tindaklanjuti segera,” tegasnya.

Ketua DPRD Medan Wong Cun Sen sejalan dengan semangat perubahan. Ia mendorong anggota dewan mengoptimalkan fungsi alat kelengkapan dengan pemikiran disruptif, inovatif, kritis, dan adaptif terhadap teknologi.

DPRD diminta meninggalkan pola kerja lama menuju ekosistem digital yang inovatif, membuka akses pengaduan warga secara real-time dan transparan. Perda ke depan pun harus responsif terhadap teknologi, mendukung investasi lokal, berbasis data dan riset, serta mengedepankan konsultasi publik.

“Melalui transformasi ini, kita ingin memastikan trifungsi DPRD menjadi mesin penggerak pembangunan yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga menjangkau wilayah pinggiran, merangkul kelompok rentan, serta menyelesaikan persoalan mendasar tanpa ada yang terabaikan,” pungkas Wong Cun Sen.

Dengan sinergi yang diperkuat dan ekosistem kerja yang bertransformasi, Medan melangkah pasti menuju kota global yang inklusif, maju, dan berkelanjutan. (Rel)