Panglima Geng Motor GPS yang Jual Sabu di Sarang Rel KA Tembung Dibekuk!

242

MEDAN – Di antara rel kereta yang berkarat dan gang-gang sempit di bantaran Rel KA Tembung, selama sebulan terakhir ada “raja kecil” yang berkuasa.

Namanya MYP (18), warga Desa Sena, Batang Kuis. Di jalanan, dia dikenal dengan julukan “Bang Jago” yang juga panglima lapangan yang disegani di dua geng motor paling ditakuti di Medan: GPS (Geng Pisang Solid) dan KAMCE.

Namun Sabtu (8/8/2026) sore, takhta “Bang Jago” runtuh seketika. Sat Res Narkoba Polrestabes Medan menggulungnya tanpa perlawanan berarti persis seperti judul yang melekat Tak Berkutik!

Apa yang membuat “Bang Jago” yang biasa mengayunkan senjata tajam dalam tawuran itu tak berdaya?

Bukan celurit atau girder yang menghentikannya, melainkan barang bukti puluhan paket sabu siap edar dan uang hasil penjualan narkoba yang ditemukan di tangannya.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, mengungkapkan bahwa “Bang Jago” bukan sekadar anggota biasa. Dia adalah pengedar aktif yang selama satu bulan terakhir menjadikan bantaran Rel KA Tembung sebagai basis operasi.

Baca Juga : “Polrestabes Medan Sikat Sarang 3 Kg Ganja di Rel Tembung, 3 Pelaku Ditangkap”

“Pelaku merupakan anggota geng motor Pisang Solid atau GPS. Dia juga bagian dari anggota geng motor KAMCE. Dalam kasus narkoba ini, dia merupakan pengedar aktif narkotika jenis sabu,” tegas Rafli.

Namun kejaran polisi tak berhenti di satu “Bang Jago”. Penggerebekan di lokasi yang sama justru makin menganga 3 kilogram ganja, puluhan paket sabu, 2 senapan angin, dan belasan senjata tajam turut disita.

Bahkan tiga pelaku dengan peran berbeda pengguna, pengedar, hingga aktor intelektual ikut diringkus. Artinya, “Bang Jago” hanyalah satu mata rantai dari jaringan yang jauh lebih besar.

Penggerebekan di sarang narkoba yang membentang sepanjang 300 meter di bantaran rel itu bukan operasi biasa. Personel gabungan merangsek dari berbagai penjuru, merambah gang sempit dan menaiki tangga darurat.

Di tengah operasi, petugas dilempari batu oleh oknum warga yang diduga bagian dari sindikat, hingga tembakan peringatan terpaksa dilepaskan ke udara.

“Untuk menuju tempat ini tidak mudah. Kami sempat diserang, meskipun akhirnya berhasil mengendalikan keadaan,” ungkap Rafli.

Usai penggerebekan, seluruh barak narkoba di bantaran rel dihancurkan dan dibakar tanda bahwa polisi tak main-main dengan sarang yang selama ini menjadi momok warga.

Kini, polisi masih mendalami asal-usul narkoba yang diperoleh “Bang Jago” dan menelusuri kemungkinan keterlibatan anggota geng motor lain dalam sindikat ini.

“Mohon doanya agar kami bisa menangkap pemasok narkoba kepada pelaku. Untuk anggota geng motor lain, kami juga sedang selidiki,” pungkas Rafli.

Satu “Bang Jago” telah tumbang. Namun pertanyaannya: siapa dalang di balik singgasana narkoba Rel KA Tembung? Pantau terus! (FD)